Breaking News:

Andi Syahril

Buka Puasa dengan Doa Saat Dinas

Diwawancarai Serambi, Rabu (29/4/2020), melalui pesan WhatsApp, relawan RS Darurat Covid asal Nagan Raya itu mengaku

Editor: hasyim
Buka Puasa dengan Doa Saat Dinas
IST
Alat pelindung diri (APD) menjadi kewajiban yang harus dipakai ketika dinas di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta. “Kalau dinas itu, APD tidak boleh dibuka sedikit pun,” tutur Andi Syahril (32), relawan RS Darurat Covid Wisna Atlet Jakarta.

Alat pelindung diri (APD) menjadi kewajiban yang harus dipakai ketika dinas di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta. “Kalau dinas itu, APD tidak boleh dibuka sedikit pun,” tutur Andi Syahril (32), relawan RS Darurat Covid Wisna Atlet Jakarta.

Diwawancarai Serambi, Rabu (29/4/2020), melalui  pesan WhatsApp, relawan RS Darurat Covid asal Nagan Raya itu mengaku sudah beberapa pekan terakhir, berada di rumah sakit khusus tersebut dalam menangani pasien Covid-19. Bahkan, ia mempunyai kesan tersendiri saat menjalani ibadah puasa dalam Ramadhan tahun 2020 ini.

Menurutnya, dalam bulan Ramadhan 1441 Hijriah, jam kerja tetap sama menurut sif/jadwal yang telah diatur. Hanya saja, ketika masuk jadwal dinas, kebiasaan berbuka puasa dengan makan dan minum harus ditunda terlebih dahulu. “Kalau dalam bulan puasa ini, paling terasa ketika kita sedang dinas. Ya, waktu berbuka dan sahur paling berdoa saja yang bisa kita baca. Kita tidak bisa makan dan minum,” kata anak pertama dari lima bersaudara tersebut.

Menurut Andi, hal ini lantaran APD tidak boleh dibuka sedikit pun ketika jam dinas sehingga pada waktu berbuka maka hanya dengan doa saja hingga waktu dinas selesai, baru bisa menyantap makanan. Termasuk juga shalat lima waktu dengan tetap menggunakan APD ketika waktunya tiba. “Jam dinas malam hingga pagi hari. Demikian juga dinas siang hingga malam hari,” ungkapnya.

Aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Nagan Raya ini menyatakan, sebenarnya sebagai manusia biasa dari hati yang paling dalam ia sangatlah rindu untuk sahur dan berbuka puasa bersama adik dan keluarga di kampung halaman di Nagan Raya. “Kalau di kampung biasa kalau Ramadhan, sore bantu jualan aneka kue basah dan bagi takjil ke saudara yang membutuhkan,” cerita Andi.

Pada bagian lain, relawan RS Darurat Covid asal Nagan Raya itu kembali mengajak warga di mana saja untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini, mengingat paparan Covid-19 masih massif terjadi, sehingga butuh pemutusan rantai dan tidak menyebar luas di Indonesia. “Kalau masih banyak yang mudik, iya sedih dan ingin menangis. Kami di sini sia-sia berjuang dan berkorban, namun masih banyak yang melanggar aturan pemerintah,” ucapnya.

Andi mengaku, dirinya juga tidak berpikiran untuk mudik dan tetap berjuang demi semua warga. “Harapannya iya semoga Ramadhan kali ini cukup di rumah saja dan tidak melanggar protokol pemerintah, agar Lebaran nanti kita semua bisa berkumpul kembali dan tersenyum bersama sama,” ungkapnya.(rizwan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved