Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bergang-Kekuyang belum Bisa Dilalui, Tiga Desa Masih Terisolir

“Untuk membuka seluruh akses darat yang terputus sejak awal bencana, hampir 80 unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik.” PIJAS WISARA

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
ILUSTRASI -- Bantuan yang dibawa oleh Tim Relawan Aceh terpaksa menggantungkan di tali kecil yang terhubung antara kedua sisi sungai agar dapat mencapai desa tujuan, yaitu Desa Bintang Pepara di Ketol, Aceh Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Akses jalan Bergang-Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, sepanjang 14 kilometer masih belum bisa dilalui kendaraan.
  • Kondisi tersebut menyebabkan tiga desa di sepanjang ruas jalan itu masih terisolasi.
  • Tiga Desa Masih Terisolir antara lain Desa Buge Ara, Bintang Pepara, dan Pantan Reduk

“Untuk membuka seluruh akses darat yang terputus sejak awal bencana, hampir 80 unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik.” PIJAS WISARA, Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Akses jalan Bergang-Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, sepanjang 14 kilometer masih belum bisa dilalui kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan tiga desa di sepanjang ruas jalan itu masih terisolasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara, menyampaikan, ruas jalan Bergang-Kekuyang belum dapat ditangani secara menyeluruh karena kerusakan badan jalan yang cukup parah.

“Ruas jalan Bergang-Kekuyang sepanjang 14 kilometer belum kita tangani sehingga desa yang berada di ruas jalan tersebut masih terisolir, yaitu Desa Buge Ara, Bintang Pepara, dan Pantan Reduk,” katanya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan pada ruas jalan tersebut disebabkan badan jalan amblas dan tergerus air, sehingga hingga saat ini belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pijas menambahkan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah alat berat, termasuk ekskavator dan buldoser, untuk membuka akses jalan di wilayah Kecamatan Ketol. Namun, proses penanganan masih difokuskan pada ruas-ruas jalan utama yang terdampak.

“Untuk membuka seluruh akses darat yang terputus sejak awal bencana, hampir 80 unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik. Alat berat ini berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat,” ujarnya.

Menurut Pijas, sebagian besar ruas jalan di Aceh Tengah yang terdampak selain jembatan telah berhasil ditembus. Saat ini, tersisa satu titik utama yang belum pulih di Kecamatan Ketol.

Sementara itu, Pijas juga menyebut masih terdapat beberapa ruas jalan penghubung antar desa yang belum tertangani. Namun, pihaknya memprioritaskan penyelesaian jalan utama terlebih dahulu.

“Kita masih fokus pada ruas jalan utama. Harapannya, setelah ruas utama selesai, penanganan bisa dilanjutkan ke jalan penghubung desa. Selain jembatan, badan jalan yang tertimbun longsor hampir seluruhnya sudah selesai diperbaiki,” terangnya.(rd)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved