Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Jerman Buru Anggota Hizbullah, Masjid Digerebek

Polisi Jerman, Kamis (30/4/2020) dikerahkan untuk memburu anggota Hizbullah yang didukung Iran.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Odd ANDERSEN
Polisi menjaga ketat jalan keluar dan masuk menuju masjid, saat petugas lainnya memeriksa ke dalam masjid di Berlin, Jerman, Kamis (30/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN – Polisi Jerman, Kamis (30/4/2020) dikerahkan untuk memburu anggota Hizbullah yang didukung Iran.

Polisi juga menggerebek masjid dan tempat-tempat terkait dengan kelompok itu.

Seperti Uni Eropa, Jerman sampai sekarang hanya melarang sayap militer Hizbullah, tetapi mentolerir sayap politiknya.

Namun dalam pergeseran yang disambut oleh Amerika Serikat dan Israel, kementerian dalam negeri Jerman mengatakan seluruh gerakan itu sebagai "organisasi teroris Syiah".

"Hizbullah adalah organisasi teroris yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan dan penculikan di seluruh dunia," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jerman, Horst Seehofer kepada harian Jerman Bild.

Menteri dalam negeri telah melarang seluruh operasi kelompokitu  di Jerman.

"Bahkan di masa krisis, penegakan hukum harus tetap ditegakkan," tulisnya.

Razia sedang terjadi di beberapa tempat di seluruh negeri, tambahnya.

Seorang petugas polisi keluar dari Masjid Al-Irschad di Berlin, ketika puluhan polisi dan pasukan khusus menyerbu masjid dan asosiasi yang terkait dengan Hizbullah di Bremen, Berlin, Dortmund dan Muenster, Kamis (30/4/2020) pagi.
Seorang petugas polisi keluar dari Masjid Al-Irschad di Berlin, ketika puluhan polisi dan pasukan khusus menyerbu masjid dan asosiasi yang terkait dengan Hizbullah di Bremen, Berlin, Dortmund dan Muenster, Kamis (30/4/2020) pagi. (AFP/Odd ANDERSEN)

Lusinan polisi dan pasukan khusus menyerbu masjid dan asosiasi yang terkait dengan Hizbullah di Bremen, Berlin, Dortmund dan Muenster pada Kamis dinihari, lapor media Jerman.

Masjid Al-Irshad di Berlin ditutup dengan setidaknya 16 van polisi diparkir di luar dan petugas polisi bertopeng terlihat masuk dan keluar masjid, lansiar AFP, Kamis (30/4/2020).

Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran resmi di Jerman, pasukan keamanan memperkirakan sekitar seribu anggota berada di negara itu.

Dua Perwira Intelijen Suriah Diadili di Jerman, Ini Kejahatan yang Dilakukan Keduanya

VIDEO - Pemerintah Jerman Izinkan Masjid Kumandangkan Azan

Mengaku Sengaja Terinfeksi Virus Corona, Wali Kota Jerman Ini Tuai Kontroversi

Mereka menggunakan Jerman sebagai tempat yang aman untuk membuat rencana, merekrut simpatisan dan mengumpulkan dana, termasuk melalui kegiatan kriminal.

"Kegiatan kejahatan dan rencana serangan kelompok itu juga terjadi di Jerman," kata Seehofer kepada Bild.

Dia juga ingat bahwa Hizbullah telah secara terbuka menyerukan penghancuran dengan kekerasan dari negara Israel.

"Itu adalah bagian dari tanggung jawab historis kami bahwa kami menggunakan segala cara di bawah supremasi hukum untuk bertindak melawan ini," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved