Breaking News

Berita Aceh Tamiang

Ribuan Batang Kayu Kiriman Hulu Sungai Menumpuk di Kolong Titi Kuning Aceh Tamiang

Kolong titi (jembatan) kuning di Kampung Alurmanis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang kembali dipenuhi tumpukan batang kayu yang hanyut dari....

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul saat meninjau proses pembersihan tumpukan kayu yang tertahan di kolong titi kuning Rantau, Kamis (30/4/2020). Proses pembersihan masih dilakukan manual karena masih menunggu alat berat dari Dinas PUPR. 

 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kolong titi (jembatan) kuning di Kampung Alurmanis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang kembali dipenuhi tumpukan batang kayu yang hanyut dari kawasan hulu.

Tumpukan batang kayu dalam jumlah besar ini mulai terlihat Rabu (29/4/2020) sore, dan hingga kini proses pembersihan oleh tim gabungan BPBD dan Satgas SAR Aceh Tamiang masih terus berlangsung.

“Tadi malam kami sudah cek ke lokasi, tapi karena kondisi tidak memungkinkan untuk turun ke sungai, maka baru bisa hari ini dibersihkan,” kata Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kebakaran BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Husni, Kamis (30/4/2020).

Dijelaskannya kemunculan kayu ini berkaitan erat dengan curah hujan yang mengguyur Aceh Tamiang dalam empat hari terakhir. Dia menduga intensitas hujan di wilayah hulu lebih tinggi sehingga sampah kayu yang menumpuk ikut terbawa arus.

“Bisa saja di wilayah hulu ada aktivitas penebangan. Tapi mengenai ilegal atau tidak, bukan kapasitas saya,” ujarnya.

Husni menambahkan tumpukan kayu ini disebabkan beberapa batang kayu berukuran besar tertahan oleh tiang penyangga titi sehingga terjadi penyumbatan.

“Pelan-pelan kita buka arusnya secara manual karena kita tidak memiliki alat berat,” ujarnya.

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul mengungkapkan telah mengerahkan 12 personelnya untuk membantu pembersihan. Dia pun mengatakan sejauh ini pembersihan masih dilakukan manual karena masih menunggu alat berat dari Dinas PUPR Aceh Tamiang.

“Kita naik perahu karet mengangkat batang-batang yang kecil dulu biar arusnya terbuka,” kata Khairul yang lebih akrab disapa Boy.

Diperkirakannya bila tidak ada bantuan alat berat, proes pembersihan memakan waktu berhati-hari. “Cukup banyak kayunya makanya butuh alat berat. Kalau kondisi titi kita pastikan aman, tidak ada masalah,” sambungnya.(*)

Jokowi Mengeluh Saat Buka Musrenbangnas 2020, Impor Obat Tinggi hingga Fasilitas Kesehatan Minim

Viral, Nenek 90 Tahun Ini Habiskan Waktunya Selama #Dirumahaja dengan Mewarnai, Begini Hasilnya

Perusak ATM Bank Aceh Syariah Cabang Sigli Ditembak, Begini Kronologis Penangkapan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved