Berita Luar Negeri

Viral, Nenek 90 Tahun Ini Habiskan Waktunya Selama #Dirumahaja dengan Mewarnai, Begini Hasilnya

Cucu perempuannya, Chi Ling Leck, melalui halaman Facebook-nya telah membagikan cerita tentang neneknya.

Editor: Mursal Ismail
Akun Facebook Chi Ling Leck
Nenek 90 tahun memperlihatkan hasil karyanya mewarnai  

Cucu perempuannya, Chi Ling Leck, melalui halaman Facebook-nya telah membagikan cerita tentang neneknya.

SERAMBINEWS.COM - Seorang nenek berusia 90 tahun di Singapura melakukan aksi unik selama masa stay at home atau di rumah saja untuk mencegah corona. 

Ia mengerjakan tantangan mewarnai dari koran Straits Times 'Stay Home, Stay Safe' setiap harinya.

Cucu perempuannya, Chi Ling Leck, melalui halaman Facebook-nya telah membagikan cerita tentang neneknya. 

Ya, cerita atas ketekunan neneknya mewarnai selama masa pemberlakuan Circuit Breaker atau lockdown parsial di Singapura.

Cerita yang diunggah sang cucu pada 28 April lalu menjadi viral di media sosial Facebook.

Ini Jumlah Perantau yang Sudah Tiba di Aceh Utara, Selesai Pemantauan 109 Orang

Dinsos Aceh Serahkan 4.491 Paket Sembako ke Pidie Jaya, Ini Harapan Aiyub Abbas

Mayat Korban Corona Ditemukan Membusuk di Mobil Pengantar Jenazah

Postingan itu telah disukai 1,3 ribu kali dan telah dibagikan lebih dari 1.200 kali oleh warganet.

Sehari-hari, sang nenek telah menghabiskan waktunya selama berada di rumah dengan kegiatan mewarnai.

“Inilah yang dilakukan nenek-nenek minggu lalu!  

Hari ini selama 7 hari terakhir, dia telah mewarnai non-stop untuk berpartisipasi dalam #Stayhome#Staysafe tantangan mewarnai oleh media cetak The Straits Times!,” tulis sang cucu.

Di usia yang senja, tak jarang banyak organ tubuh yang tidak lagi berfungsi dengan baik, begitu juga dengan motorik manusia.

Tapi hal itu tidak menghalagi nenek berusia 90 tahun ini untuk terus mewarnai di tengah keterbatasannya dalam melihat dan memilih warna.

Terkadang, sang nenek juga sering bertanya kepada cucunya tentang ilustrasi apa yang ada di koran tersebut.

Ketika sudah dijawab, sang nenek pun mulai memilih-milih warna yang cocok.

Dalam unggahannya, cucu nenek itu, Chi Ling Leck menulis bahwa di usia neneknya yang sudah 90 tahun, penglihatan dan ketrampilan motoriknya sudah tidak bagus. 

"Tetapi dia berusaha sebaik-baiknya untuk membuat ilustrasi ini menjadi hidup.

Sejujurnya, ilustrasi itu tidak mudah bagi nenek untuk memahami," tulis sang cucunya itu.

Chi Ling Leck menambahkan ada banyak hal yang tidak dimengerti oleh neneknya dalam tantangan mewarnai ini, misalnya pengiriman makanan.

Begitu juga tentang melakukan yoga di rumah dan bahkan konsep hewan mengenakan masker yang membuat dirinya butuh waktu untuk memahaminya.

"Tapi dia tidak menyerah dan dia memastikan untuk bertanya kepada kami apa ilustrasinya dan dia mendengarkan dengan penuh perhatian ketika kami menjelaskan kepadanya!,” tulis Chi Ling Leck.

Sang nenek sangat senang ketika sudah meyelesaikan satu gambar yang sudah diwarnai, tak jarang nenek itu setiap malam menunjukkan hasil karyanya kepada sang cucu.

“Dia benar-benar bangga dengan pekerjaannya, dia datang ke kamar kami setiap malam untuk menunjukkan kepada kita karya agungnya dan menjelaskan kepada kami mengapa dia memilih menggunakan warna tertentu," tambahnya.

Sang cucu, Chi Ling Leck mengungkapkan jika ia merasa terinspirasi, di usia yang tua bukanlah menjadi penghalang untuk terus semangat belajar.

"Melalui ini, dia benar-benar menginspirasi saya, untuk tidak pernah berhenti belajar.

Jika nenek dapat bekerja keras untuk mempelajari konsep-konsep baru dan bersabar ketika kita menjelaskan kepadanya dengan Teo Chew kami yang terbatas, kami harus bekerja keras juga," ia mengakhiri postingnya. .

Nenek ini mengajarakan benar tentang sebuah pepatah, "Hidup sampai tua, belajar sampai tua".

Kita juga harus belajar satu atau dua hal tentang kesabaran dan ketekunan darinya.

Sebagaimana diketahui, negara Singapura telah menerapkan cir cuit-breaker atau lockdown parsial untuk memutus penyebaran wabah virus corona.

Kebijakan itu telah diumumkan oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Selasa, (21/4/2020).

Sebagaimana yang diberitakan The Straits Times, circuit-breaker di negeri Singa itu, diperpanjang hingga 1 Juni, dengan lebih banyak tempat kerja dan toko-toko yang akan ditutup. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved