Luar Negeri
Pemberontak Suriah Demo Hayat Tahrir al-Sham
elompok oposisi atau pemberontak Suriah yang menguasai wilayah Suriah baratlaut, tempat 3 juta orang, Jumat (1/5/2020) berdemonstrasi melawan kelompok
SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Kelompok oposisi atau pemberontak Suriah yang menguasai wilayah Suriah baratlaut, tempat 3 juta orang, Jumat (1/5/2020) berdemonstrasi melawan kelompok terkait Al Qaida, Hayat Tahrir al-Sham.
Sehari sebelumnya, gerilyawan menembak demonstran dan membunuh seorang pengunjuk rasa.
Demonstrasi Kamis (30/4/2020) untuk mengecam rencana militan mengatur titik persimpangan antara daerah oposisi dan kota-kota serta desa-desa yang direbut pasukan pemerintah pada Maret 2020.
Penyeberangan itu untuk membantu pengumpulan pajak para militan dari perdagangan barang-barang antar daerah, seperti dilansir AP, Jumat (1/5/2020)
• Dua Perwira Intelijen Suriah Diadili di Jerman, Ini Kejahatan yang Dilakukan Keduanya
• Ormas Islam Doakan Muslim India dan Suriah
• Truk Tangki Bahan Bakar Dilengkapi Granat Meledak di Suriah, 42 Orang Meninggal
Pajak atas barang-barang yang diselundupkan merupakan sumber pendapatan utama bagi kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda tersebut.
Tembakan itu menewaskan pemrotes, Salah Maree berusia 41 tahun, yang dimakamkan Jumat (1/5/2020)
Ezzeddin al-Idlilbi, seorang aktivis yang ikut demo di kota Maarat al-Nassan mengatakan Maree telah kehilangan tiga anaknya dalam perang dan juga mantan tahanan politik pemerintah Suriah.
Hayat Tahrir al-Sham, kelompok militan paling kuat di daerah-daerah yang dikuasai oposisi Suriah, mengatakan pihaknya sedih dengan kematian itu dan mereka akan menunda pembukaan penyeberangan.
Meskipun kelompok itu berusaha menjauhkan diri dari jaringan al-Qaeda, AS dan Turki telah menempatkannya dalam daftar kelompok teroris.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/oposisi-suriah-demo.jpg)