Kamis, 30 April 2026

Kuliner Khas Aceh

Kanji Rumbi Khas Aceh, Diyakini Bisa Memperkuat Imun Tubuh

Kanji rumbi menjadi salah satu kuliner primadona di Bulan Ramadhan yang disajikan sebagai bagian dari menu berbuka puasa.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Warga mengaduk kanji rumbi yang diolah di halaman Masjid Al Mabrur Desa Ujong Kalan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Sabtu (2/5/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kanji rumbi menjadi salah satu kuliner primadona di Bulan Ramadhan yang disajikan sebagai bagian dari menu berbuka puasa.

Kuliner ini juga sebagai salah satu tradisi setiap Ramadhan tiba yang sering dibuat di Meulaboh, salah satunya di Masjid Al Mabrur Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Seperti yang terlihat di Masjid Al Mabrur Ujung Kalak, pengolahannya dilakukan di halaman Masjid secara terbuka pada, Sabtu (2/5/2020) sore.

"Penyajian kanji rumbi ini sudah menjadi tradisi yang kami lakukan setiap Bulan Ramadhan, dan menu ini sebagai salah satu sajian yang mampu memperkuat imun tubuh dengan bumbu terbuat dari sejumlah rempah-rempah terlebih saat ini dalam pandemi Covid-19 cocok untuk dikonsumsi,” ujar Patani, Keuchik Ujong Kalak kepada Serambi, di sela-sela pengolahan kanji rumbi di Masjid Al Mabrur.

Para warga setempat ikut serta bergotong royong mengolah kanji rumbi yang dipimpin oleh Tata Irfan sebagai satu ahli membuat kanji rumbi tersebut.

Disebutkan, untuk pengolahan kanji rumbi itu dalam satu kuali bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, dan biayanya bersumber dari sumbangan para warga setempat dan donator. Sajian makanan tersebut bisa mencapai 500 porsi lebih dalam satu kuali.

“Kanji rumbi ini kita bagikan kepada warga dan ada yang mengambilnya sendiri bahka ada juga yang kita antar ke rumah-rumah seperti warga kurang mampu dan yang sedang sakit,” jelas Patani.

Pembuatan kanji tersebut dilakukan usai Shalat Dhuhur dan dan selesai menjelang sore. Para panitian meracik makanan tersebut mulai dari persiapan bumbu hingga potongan ayam dan beras.

Suasana dalam pengolahan kanji rumbi terlihat ramai, para koki sibuk mengaduk adonan dari rempah-rempah yanga sudah disediakan.

Aroma khas rempah-rempah yang meruap dari kuali raksasa tersebut terasa begitu kuat, dimana rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh, kayu manis, dan buah pala tampak mengambang di permukaan.

Di bawahnya terlihat butiran beras yang masih mengeras, pertanda adonan belum membubur.

Pengolhan kanji rumbi harus tepat dalam setiap campuran bumbu-bumbu yang telah disiapkan, agar cita rasa tidak berobah, seseorang menabur potongan seledri, tomat, serta bawang merah ke dalam belanga ketika adonan mulai mengental. Proses aduk-mengaduk ini sudah berlangsung sedikit lama.

Sedangkan sebagian lainnya sejumlah pria sedang membuat bumbu kecap sementara sebagian lainnya asyik menyuwir daging ayam.

Hanya sepenggalah dari pria yang membuat bumbu kecap, tampak seseorang tengah membolak-balik daging ayam yang ada di penggorengan.

Sedang ada kegiatan masak-memasak kanji rumbi, atau sebagian menyebutnya dengan kanji rumi. Kanji rumbi merupakan makanan khas Aceh, sejenis bubur bercita rasa unik yang dimasak dengan campuran rempah-rempah.

Kegiatan masak kanji rumbi bersama pada bulan puasa di masjid itu sudah dilakukan sejak tahun 70 an. Bahan-bahannya dibeli secara patungan, selain juga terdapat donatur yang ikut menyumbang.

"Pelengkapnya menu kanji rumbi ini selain rumpah-rempah yang menjadi bumbu dilengkapi daging ayam yang telah disuwir serta diberi kecap berbumbu khusus. Bumbu yang ditumbuk halus ini antara lain, bawang goreng, seledri, serta bawang putih dan sejumlah bahan campuran lainnya,” jelas Tata Irfan.

Cita rasa kanji rumbi sejatinya tidak jauh berbeda dengan bubur ayam yang dapat ditemukan di tempat lain di Indonesia. Campuran rempah-rempah di dalam kanji rumbi yang menjadi pembeda keduanya.

"Bentuknya hampir sama, cuma kalau kanji rumba ini bumbunya langsung ke bubur. Selain itu, diberi kecap dengan bumbu khusus. Kita pakai bumbu utama seperi ketumbar, merica, pala, dan lainnya," jelasnya.

Sementara kandungan rempah-rempah di dalamnya dipercaya menjadi asupan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tidak sulit menemukan kanji rumbi pada saat bulan Ramadhan.

Sedangkan kegiatan memasak bersama di Aceh rata-rata memang dilakukan pria, seperti saat memasak kuah beulangong, salah satu kuliner legendaris di Aceh.

Setiap tempat memiliki rasa dan campuran yang berbeda-beda. Di beberapa kabupaten, kanji rumbi dicampur dengan udang serta diberi pelengkap berupa wortel atau kentang.

"Pasti berbeda. Dari bumbunya. Ada juga yang ditambah udang. Kita hanya dagung ayam," pungkas Tata.

Belum ditemukan manuskrip yang secara khusus membahas makanan yang digadang-gadang merupakan warisan sultan ini. Hanya saja, kanji rumbi berada di antara daftar kuliner legendaris khas Aceh, seperti pliek u, eungkot kayee, kuah beulangong, dan lainnya.(*)

Tandatangan Petisi Penundaan Pembayaran Cicilan Kredit ASN di Bank Aceh Syariah Sudah 400 Lebih

TNI/Polri di Nagan Raya Ajak Warga Pakai Masker, Patroli Serentak di 5 Kecamatan

VIDEO - Satgas Covid-19 Simeulue Perketat Pengawasan di Pelabuhan Penyeberangan

Mengenang 21 Tahun Tragedi Simpang KKA, Begini Kronologis Versi Catatan Serambi Hingga Rekaman Video

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved