Update Corona di Abdya
Abdya Nihil Status PDP, ODP Covid-19 Satu Lagi, Waspada Warga Pulang Kampung Tembus 1.230 Orang
Tapi masyarakat harus waspada, karena warga perantau Abdya yang pulang kampung atau traveller tembus angka 1.230 orang. Mereka kembali dari merantau.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nurul Hayati
Tapi masyarakat harus waspada, karena warga perantau Abdya yang pulang kampung atau traveller tembus angka 1.230 orang. Mereka kembali dari merantau atau bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia yang termasuk zona merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE- Update data terakhir, Senin (4/5/2020) sore, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) nihil atau kosong status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Sedangkan status ODP (Orang Dalam Pemantauan) tinggal 1 orang lagi.
Tapi masyarakat harus waspada, karena warga perantau Abdya yang pulang kampung atau traveller tembus angka 1.230 orang.
Mereka kembali dari merantau atau bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia yang termasuk zona merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Banyak juga di antara mereka pulang merantau dari Jakarta, Jawa Berat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Medan, dan beberapa daerah lain di Indonesia yang sudah terpapar Virus Corona.
Berdasarkan update data dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya, hingga Senin (4/5/2020) sore, status ODP sebelumnya 7 orang, sebanyak 6 orang selesai proses pemantauan.
• Presiden Brazil Bertengkar Hebat dengan Gubernur Negara Bagian, Ada Apa?
Itu berarti, hanya tinggal 1 lagi status ODP.
Yaitu warga salah satu desa di Kecamatan Susoh.
Bahkan, status PDP masih kosong alias nihil.
Sebenarnya, Kabupaten Abdya sudah punya 1 orang status PDP.
Yaitu warga salah satu desa di Kecamatan Blangpidie.
Perempuan berumur 32 tahun itu diduga postif Corona berdasarkan hasil rapid test (tes cepat) , dilakukan dokter ahli pada Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSU TP) Abdya, Kamis (30/4/2020) sore lalu.
Namun, perempuan dalam keadaan hamil itu tidak bisa dimasukkan dalam daftar PDP oleh petugas Covid-19 pada Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Pasalnya, penanganan perempuan yang diduga positif Covid-19 itu tidak sesuai SOP atau tidak menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.
Saat yang bersangkutan secara mandiri memeriksa lanjutan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Jumat (1/5/2020) lalu.
• Yonif Raider 112/DJ Beri Bantuan Sembako ke Masyarakat
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Abdya, Safliati SST Mkes kepada Serambinews.com, Senin sore menjelaskan, bahwa dari 1 orang pasien status positif hasil laboraturium, yaitu perempuan dari Manggeng sudah dinyatakan sembuh sejak 29 April lalu.
Sedangkan status ODP tinggal 1 orang lagi, sementara PDP nihil.
Masih berdasarkan update data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupate Abdya, bahwa hingga memasuki 10 Ramadhan 1441 H/2020 M pada Senin (4/5/2020), jumlah warga Kabupaten Abdya yang pulang kampung tembus angka 1.230 orang.
Tapi, dari jumlah warga yang pulang kampung tersebut, sebanyak 1.030 orang sudah selesai menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, dihitung sejak tiba di kampung halaman.
Sedangkan 198 orang lainnya, sedang menjalani isolasi mandiri.
Dari 198 orang yang masih menjalani isolasi di rumah selama 14 hari, tersebar di sembilan kecamatan, mulai Babahrot sampai Lembah Sabil.
Terbanyak di Kecamatan Susoh 59 orang.
Disusul, Kecamatan Babahrot 43 orang, Kecamatan Blangpidie 27 orang, Kecamatan Tangan-Tangan 20 orang, dan Kecamatan Kuala Batee 16 orang.
Selanjutnya, Kecamatan Setia 12 orang, Kecamatan Manggeng 9 orang, Kecamatan Lembah Sabil 8 orang, dan Kecamatan Jeumpa 4 orang.
Sebelumnya Safliati menjelaskan, warga yang baru mudik selama menjalani isolasi mandiri di rumah, tetap dilakukan observasi kesehatan oleh petugas medis dari Puskesmas setempat dan dari Dinkes Kabupaten Abdya.
Jika dalam pemantauan atau observasi ditemukan gejala awal yang mengarah ke Covid-19, maka yang bersangkutan segera diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar ODP (Orang Dalam Pemantauan). (*)
• VIDEO - Lintasan Geumpang-Meulaboh yang Sempat Longsor, Kini Sudah Bisa Dilalui Kembali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-abdya-di-rumah-perantau-dari-malaysia.jpg)