Selasa, 14 April 2026

Luar Negeri

Presiden Brazil Bertengkar Hebat dengan Gubernur Negara Bagian, Ada Apa?

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro bertengkar hebat dengan para gubernur negara bagian yang menolak seruannya.

Editor: M Nur Pakar
AFP / EVARISTO SA
Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan putrinya Laura (tengah) berpose untuk selfie dengan pendukung di luar kediamannya di Brasilia pada Minggu (3/5/2020) 

SERAMBINEWS.COM, BRASILIA - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro bertengkar hebat dengan para gubernur negara bagian yang menolak seruannya.

Dia mengecam habis-habisan para gubernur yang menerapkan kebijakan lockdown atau penguncian, sehingga aktivitas perekonomian mati total.  

Dia menyampaikan hal itu dalam pidato di depan ribuan demonstran anti-lockdown ketika jumlah infeksi COVID-19 sudah melewati 100.000 orang dengan 7.000 kematian pada Minggu (3/5/2020).

Dilansir AFP, Senin (4/5), Bolsonaro menyalahkan gubernur negara bagian karena melanjutkan penguncian dalam pidato di luar istana kepresidenannya di Brasilia.

"Hancurnya pekerjaan oleh beberapa gubernur tidak bertanggungjawab dan tidak dapat diterima, karena kami harus membayar harga mahal di masa mendatang," kata kepala negara itu dalam pidato yang disiarkan langsung di Facebook.

Seorang Lansia di Brazil Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Lima Remaja Aceh Dipanggil untuk Seleksi Timnas U-15, Persiapan Laga ke Argentina dan Brazil

Ada Brazil dan Inggris di Persiraja, Debutnya?

Pendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro berkumpul di luar Istana Planalto di Brasilia, pada 3 Mei 2020
Pendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro berkumpul di luar Istana Planalto di Brasilia, pada 3 Mei 2020 (AFP/EVARISTO SA)

Bolsonaro telah berulang kali terlibat perang mulut dengan gubernur negara bagian, yang bersikeras tindakan pengekangan yang ketat yang mereka lakukan sebagai reaksi berlebihan dan telah merusak perekonomian negara.

Negara gila bola itu telah mengkonfirmasi 101.147 kasus virus itu pada Minggu (3/5) menurut angka yang dirilis oleh kementerian kesehatan Brasil, dengan 275 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam sebelumnya.

Para ahli percaya jumlah keseluruhan kasus COVID-19 bisa 12 hingga 15 kali lebih tinggi, karena sejumlah besar kasus masih tidak terdeteksi, seiring minimnya ketersediaan alat pengujian di negara berpenduduk 210 juta jiwa itu.

Demonstrasi di Brasilia dihadiri ribuan orang, sama seperti protes serupa dalam beberapa pekan terakhir.

Banyak demonstran yang mengibarkan spanduk Bolsonaro Rodrigo Maia, dan mantan menteri kehakiman Sergio Moro yang mengundurkan diri pekan lalu.

Yang lain itu meminta tentara untuk turun tangan.

"Rakyat bersama kami dan tentara ada di pihak hukum, ketertiban, kebebasan, dan demokrasi," kata Bolsonaro kepada mereka.

Harian Estado de Sao Paulo, salah satu surat kabar terbesar di negara itu, melaporkan di situs webnya salah satu fotografer dan sopirnya diserang oleh para demonstran, mereka mendorong dan menendang.

Bertentangan dengan demonstrasi baru-baru ini di mana dia muncul, presiden sayap kanan yang tidak mengenakan masker mempertahankan jarak sekitar dua meter dari pendukung terdekatnya setelah pidatonya di luar istana presiden.

Para demonstran pendukung presiden berkumpul di luar Istana Planalto di Brasilia pada Minggu (3/5/2020)
Para demonstran pendukung presiden berkumpul di luar Istana Planalto di Brasilia pada Minggu (3/5/2020) (AFP/EVARISTO SA)

Namun, ia membuat pengecualian bagi para pendukung yang bergabung dengannya untuk selfie dengan putrinya yang berusia sembilan tahun, Laura.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved