Rabu, 6 Mei 2026

Persiraja Mania

Lawan Timnas Korut, Bintang Persiraja Ini Punya Cerita Seram Saat Kunjungi Pyongyang

Kim Jong-un memerintahkan semua orang untuk pergi ke stadion, mereka semua memakai baju putih dan berteriak sepanjang pertandingan.

Tayang:
Editor: Imran Thayib
SERAMBINEWS/Media Officer Persiraja
Bintang Persiraja asal Lebanon, Samir Ayass saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. 

SERAMBINEWS.COM - Persiraja Banda Aceh menjadi debutan di kompetisi Liga 1 2020 setelah promosi bersama Persik Kediri, dan Persita Tangerang.

Meski menyandang tim promosi, ternyata skuad Lantak Laju tetap menjadi incaran sejumlah legiun asing.

Akhirnya, manajemen Persiraja memutuskan untuk mengontrak Thomas Adam Mitter (Inggris), Ahmed Samir Ayass (Lebanon), dan duo Brasil, Bruno Dyball-Vanderley.

Hanya saja, quarter asing tersebut hanya mampu bermain tiga kali membela Persiraja menyusul kompetisi dihentikan akibat pandemi virus Corona.

Kalau boleh jujur, mereka hanya satu tampil di depan publik Aceh ketika menjamu Bhayangkara FC di partai pembuka Liga 1 2020, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Duel itu berakhir 0-0.

Sementara dua laga lain dipentaskan kala dijamu tuan rumah Madura United FC, dan Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

Baru-baru ini, bintang Persiraja asal Lebanon, Samir Ayass melakukan wawancara dengan media asal Bulgaria, blitz.bg.

Dalam sesi wawancara tersebut, Samir bercerita tentang pengalaman yang tak terlupakan semasa membela timnas Lebanon.

Di mana, Samir bercerita tentang seramnya pengaruh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Begini Sejarah Nuzulul Quran, Peristiwa Besar Rasulullah SAW Pertama Kali Menerima Wahyu

Bacaan Istighfar Menurut Al Quran dan Hadits: Mampu Melapangkan Rezeki

Simak Keutamaan Shalat Tahajud dan Dzikir, Ini Tata Cara Melaksanakannya

Seperti diketahui, pemain 29 tahun itu merupakan salah satu pemain yang memperkuat timnas Lebanon sejak 2017.

Sebagai seorang gelandang, Samir kerap mendapat kepercayaan dari sang pelatih, Liviu Ciobotariu, untuk mengawal lini tengah timnas Lebanon.

Samir sendiri sudah tampil sebanyak sembilan kali bersama timnas Lebanon dan berhasil mencetak satu gol.

Menurut Samir, pengalaman paling tak terlupakan ketika bersaragam timnas adalah ketika negaranya menghadapi timnas Korea Utara.

Sepanjang kariernya sebagai pemain timnas, Samir sudah tiga kali menghadapi timnas Korea Utara, yakni pada Kualifikasi Piala Asia 2017, Piala Asia 2019, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Satu-satunya gol Samir untuk timnas Lebanon juga diciptakan ke gawang timnas Korea Utara.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved