Selasa, 19 Mei 2026

Selebriti

Produser Video Musik Mesir Meninggal di Penjara, Ini Dugaannya

Shady Habash (24), seorang produser video musik Mesir yang mengkritik Presiden Abdel Fattah al-Sisi meninggal dunia di penjara Kairo pada akhir pekan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP / File / Khaled DESOUKI
Shady Habash, 24, yang meninggal di penjara Tora di Kairo, berfoto sempat di depan gerbang penjara. 

SERAMBINEWS.COM, KAIROShady Habash (24), seorang produser video musik Mesir yang mengkritik Presiden Abdel Fattah al-Sisi meninggal dunia di penjara Kairo pada akhir pekan lalu, (2/5/2020).

Jaksa penuntut umum Mesir, Selasa (5/5/2020) mengatakan pembuat video musik itu meninggal karena keracunan alkohol.

Dikatakan,  korban minum cairan pembersih yang dia duga air minum.

Dia dipenjara karena mengarahkan video musik yang kritis terhadap Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi.

"Almarhum memberi tahu dokter yang bertugas bahwa dia telah minum sejumlah alkohol pada siang hari,  sebelum kematiannya," kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan.

Sanitiser berbasis alkohol didistribusikan kepada narapidana sebagai tindakan perlindungan terhadap pandemi virus Corona, tambah pernyataan itu.

Hal itu mengutip dokter yang mengatakan Habash mengira botol itu penuh air, kemudian meminumnya, sehingga mengeluhkan kram di perut.

"Dokter memberinya obat antiseptik dan antispasmodik dan meminta dia kembali ke selnya untuk menstabilkan kondisinya," kata pernyataan itu.

“Apakah Selebriti Bekerja Seperti Pelacur?” Tanya Bintang TikTok Mesir ke Pemerintah

Seorang Mahasiswa dari Mesir Tiba di Aceh Utara, Begini Penanganannya

Imbas Partial Lockdown di Mesir, 1.500 Mahasiswa Indonesia Butuh Bantuan

Dia menambahkan kesehatan Habash memburuk, dokter memutuskan memindahkannya ke rumah sakit di luar penjara.

Dokter terus mencoba, tetapi Habash meninggal dalam tahanan sebelum dipindahkan ke rumah sakit, menurut jaksa penuntut umum.

Dalam penyelidikan mereka, jaksa menanyai tiga teman satu selnya, dengan satu mengatakan Habash mengaku meminum sanitiser secara tidak sengaja.

Bahkan, ada dua botol pembersih tangan 100 mililiter dibuang di tempat sampah.

Habash ditahan pada Maret 2018, dituduh menyebarkan berita palsu dan memiliki organisasi ilegal, menurut jaksa penuntut.

Dia ditangkap setelah mengarahkan video musik berjudul "Balaha" oleh penyanyi rock Ramy Essam.

Lirik lagu lambast "Balaha”, nama yang diberikan kepada Sisi oleh para pencela mengacu pada karakter film Mesir yang dikenal sebagai pembohong terkenal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved