Siswa SMA Rayakan Kelulusan Hura-hura dan Corat-Coret Baju, Sekolah Diminta Tinjau Ulang Kelulusan

Sejumlah siswa dan siswi SMA Negari 1 Kunto Darussalam di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, merayakan kelulusan dengan corat-coret seragam.

Editor: Faisal Zamzami
Dok istimewa
Siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kunto Darussalam di Kabupaten Rohul, Riau, yang merayakan kelulusan dengan cara tak senonoh viral di media sosial, Minggu (3/5/2020). (Dok istimewa) 

Mestinya kan bisa ditanya tujuan anak mau ke mana pakai seragam sekolah.

Dan, ini juga kelalaian semua pihak. Sehingga, kami mengimbau hal ini tidak terulang lagi," ucap dia.

Ia juga mengatakan pesta kelulusan itu hanya dilakukan oleh beberapa siswa saja.

"Informasinya hanya beberapa siswa. Mereka konvoi jalan disekitar Kecamatan Kunto Darussalam," sebutnya.

 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kaharudin mengatakan, para yang melakukan aksi tak terpuji saat kelulusan, sudah meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh siswa siswi melalui media sosialnya.

"Siswa sudah mengakui (perbuatannya) itu, lalu minta maaf.

Mungkin cukup di situ saja. Untuk kelanjutannya, saya juga akan menghubungi kepala sekolahnya nanti," kata Kaharudin melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2020).

Sekolah diminta tinjau ulang kelulusan

Sementara itu Dewan Pendidikan Provinsi Riau meminta agar Dinas Pendidikan Riau segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan terkait aksi siswa-siswi telah mencoreng dunia pendidikan ini.

"Jika perlu kepala sekolah meninjau kembali surat keputusan tentang kelulusan, atau menahan ijazahnya dan tindakan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku terhadap oknum siswa-siswi yang melakukan tindakan tidak senonoh.

Itu dengan alasan pertimbangan nilai karakter (budi pekerti) mereka belum memenuhi standar kelulusan," terang Zulkarnaen.

Ia mengaku prihatin dan meyayangkan kejadian tersebut.

"Kejadian yang terjadi di saat kita baru sehari memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ini tidak hanya mencoreng dunia pendidikan Riau, tetapi juga masyarakat Riau sebagai masyarakat yang berbudaya Melayu," ungkap Zulkarnaen, Selasa (5/5/2020).

Dia juga mengatakan aksi yang dilakukan para pelajar tersebut tidak menggambarkan sikap, perilaku, etika dan moral seorang siswa yang sedang menjalani pendidikan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved