Senin, 13 April 2026

Obat Corona

Kombinasi Tiga Obat Antivirus Ini Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Hasil uji coba itu turut menunjukkan kombinasi tiga obat tersebut dapat menurunkan kadar virus SARS-CoV-2 dan penyebab COVID-19, dalam tubuh pasien.

Editor: Jamaluddin
Xinhua/Wan Xiang
Peneliti Hong Kong Temukan Vaksin Virus Corona, Segera Lakukan Uji Coba, Ini Penjelasan Profesor! 

Hasil penelitian, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Lancet, menunjukkan rata-rata pengguna tiga obat tersebut bebas  virus dalam tubuhnya lima hari lebih awal daripada mereka yang hanya mengonsumsi satu obat.

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Berdasarkan hasil uji coba di Hong Kong, penggunaan kombinasi tiga obat antivirus yaitu lopinavir ritonavir, ribavirin, dan interferon beta, dapat membantu meringankan gejala sakit Covid-19 pada pasien dengan keluhan ringan dan menengah.

Hasil uji coba itu turut menunjukkan kombinasi tiga obat tersebut dapat menurunkan kadar virus SARS-CoV-2 dan penyebab COVID-19, dalam tubuh pasien. 

Uji coba tersebut melibatkan 127 pasien.

Tiga Oknum Polres Simeulue dan Seorang Warga Ditangkap, Ini Kasusnya

BIN Deteksi ‘Naikon’, Kelompok Hacker Asal Cina yang Meretas Data-data Negara

Peneliti membuat perbandingan antara pasien yang hanya mengonsumsi obat HIV, lopinovir ritonavir, dengan pasien yang meminum lopinovir ritonavir, obat hepatitis ribavirin, dan obat sklerosis interferon beta sekaligus.

Hasil penelitian, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Lancet, menunjukkan rata-rata pengguna tiga obat tersebut bebas  virus dalam tubuhnya lima hari lebih awal daripada mereka yang hanya mengonsumsi satu obat.

Pasien yang hanya mengonsumsi satu obat rata-rata sembuh dalam waktu tujuh sampai 12 hari.

Di Aceh Besar, Pengungsi Akibat Banjir Terus Bertambah

Hujan Guyur Lhokseumawe, 35 Rumah Tergenang Air Luapan Sungai, Tim TRC BPBD Siaga

"Percobaan kami memperlihatkan pengobatan lebih awal terhadap pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan menengah, menggunakan  kombinasi tiga obat antivirus tersebut dapat menekan penyebaran virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala penyakit, dan mengurangi risiko penularan terhadap tenaga medis," kata Kwok-Yung Yuen, kepala peneliti dan profesor universitas di Hong Kong, Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan, risiko penularan ke tenaga kesehatan dapat dikurangi karena obat dapat meringankan dampak pelepasan virus  (viral shedding), yaitu saat ketika virus terdeteksi dan berpotensi menular ke pihak lain.

Selama uji coba berlangsung, seluruh pasien mendapatkan perawatan standar sesuai kebutuhan, di antaranya termasuk pemakaian alat bantu pernapasan (ventilator), alat bantu cuci darah, pemberian antibiotik, dan kortikostreroid atau obat antiperadangan.

Kowk-Yung Yuen, mengatakan temuan itu membawa harapan, tapi efek tiga obat tersebut masih perlu diuji coba ke pasien dalam jumlah lebih besar dan pasien Covid-19 dengan gejala sakit parah.

Sejumlah ahli independen setuju mengakui temuan tersebut, tapi mereka sepakat studi  skala lebih besar dan lebih mendetail dibutuhkan guna memperkuat kesimpulan.

Covid-19 Serang Kantor Presiden AS, Trump dan Wapres Pence Tes Tiap Hari

Stadion Lampineung, Antara Dimoerthala, Let Bugeh dan Presiden FIFA Sepp Blatter

"Hasil penelitian ini... membenarkan penambahan interferon beta ke dalam daftar obat yang berbasis penelitian, dan hasil tersebut perlu kembali diuji coba lebih lanjut ke pasien yang dipilih secara acak, "kata Stephen Evans, profesor farmakoepidemiologi London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Pengalaman bertahun-tahun mengobati HIV, virus penyebab AIDS, menunjukkan pengobatan terbaik menggunakan kombinasi beberapa obat yang berbeda.

"Strategi semacam itu dapat dipraktikkan untuk pasien Covid-19,” katanya.(cnn/rtr)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved