Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Salman Yoga, Menulis Puisi Corona, Memilih Lockdown di Kebun Kopi  

Akhir -akhir ini jagad sastra Indonesia dipenuhi dengan tema Corona. Penyair dari berbagai daerah menuliskan puisi atau prosa bertema Corona..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Salman Yoga di panggung puisi. 

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Akhir -akhir ini, jagad sastra Indonesia dipenuhi dengan tema Corona. Penyair dari berbagai daerah menuliskan puisi atau prosa bertema Corona, wabah yang merebak mila dari Wuhan China. Lalu menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Termasuk Indonesia.

Kalangan seniman merespon wabah ini dalam bentuk karya, baik puisi, cerita pendek, novel, musik, seni rupa dan sebagainya. Karya-karya tersebut dipresentasikan secara khas, dari rumah masing-masing dengan memanfaatkan jaringan internet.

 Tak terkecuali Salman Yoga S. Penyair  berdarah Gayo, bermukim di Kampung Asir-Asir Atas, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Ia juga tergerak menulis puisi tentang wabah. Ada tiga karya yang lahir dari pandemi Corona Virus Desease (Covid) 19,  dua puisi berbahasa Indonesia dan satu karya berbahasa lokal, Gayo. Puisi tersebut adalah:

PAKANLAYA 18 COVID 19

Di Gayo

Abad 18 sebuah wabah pernah menyerang warga

Ibu kota Kerajaan Linge digemparkan oleh virus sejenis amuba

Buntul Linge yang ramai tiba-tiba tidak berdaya

Sebab musuh datang tidak diketahui dari mana

Tidak tampak juga tidak dapat diraba

Ia menyerang tanpa senjata

Tetapi dengan tubuhnya yang bersenyawa

Wabah itu bernama Pakanlaya

Wargapun dengan berat hati harus rela

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved