Rabu, 29 April 2026

Luar Negeri

Dua Politisi Senior Malaysia, Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim Kembali Bersatu, Ada Apa?

Dua tokoh kawakan itu merilis pernyataan untuk merayakan dua tahun kemenangan koalisi Pakatan Harapan dalam pemilu Malaysia Mei 2018 lalu.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
The Malaysian Insight/NAZIR SUFARI
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad (The Malaysian Insight/NAZIR SUFARI) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Dua politisi senior Malaysia, Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim kembali bersatu melalui pernyataan gabungan yang dirilis.

Pernyataan itu muncul setelah ketua parlemen setempat menerima permintaan mosi tak percaya yang dialamatkan kepada Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Dua tokoh kawakan itu merilis pernyataan untuk merayakan dua tahun kemenangan koalisi Pakatan Harapan dalam pemilu Malaysia Mei 2018 lalu.

Namun dalam rilis keterangan ini, keduanya berstatus pemimpin oposisi karena Muhyiddin yang berhasil naik bersama koalisi Perikatan Nasional.

Mahathir dan Anwar Ibrahim berpandangan, kepemimpinan Muhyiddin Yassin sebagai PM Malaysia tidak mendapatkan mandat dari rakyat.

Pakatan jatuh dari kekuasaan pada Februari, buntut kisruh politik yang terjadi di antara partai anggotanya, dengan puncaknya Mahathir Mohamad mengundurkan diri.

Selama sekitar satu pekan, baik partai politik dan politisi berada dalam kesimpangsiuran antara mendukung Mahathir ataukah Anwar.

Namun pada 1 Maret, publik Negeri "Jiran" terkejut karena bukan keduanya, melainkan Muhyiddin Yassin yang naik sebagai PM Malaysia.

Muhyiddin yang adalah Presiden Bersatu, partai yang didirikan Mahathir, langsung meloncat mengungguli keduanya berkat dukungan dari oposisi.

Dr M, julukan sang mantan PM, tidak bersedia bekerja sama dengan oposisi dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan koalisi Barisan Nasional yang dianggapnya "korup".

Pada akhirnya, Raja Malaysia Abdullah dari Pahang mengukuhkan Muhyiddin, karena dia dianggap mendapat dukungan mayoritas dari anggota parlemen.

"Kami tak mengakui pemerintahan ini. Kami tak ingin mempertaruhkan moral dan etika kami untuk mendukung pemerintahan saat ini," kata keduanya dikutip SCMP Sabtu (9/5/2020).

Dua politisi gaek yang pernah berkolaborasi memimpin Negeri "Jiran" pada 1993-1998 itu mengungkapkan waktu mereka tinggal sedikit karena didera usia.

Tetapi, mereka mengklaim masih mendapat dukungan dari generasi muda, terutama mereka yang menginginkan adanya perubahan di negara tetangga Indonesia itu.

 "Jadi, waktunya bagi kami untuk bangkit lagi dan berusaha memulihkan mandat dari rakyat kepada mereka yang berhak," ujar Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved