Luar Negeri
Militan Serang Klinik Bersalin di Kabul, Ibu Baru Melahirkan Bersama Bayinya Tewas
Serangan militan terhadap sebuah klinik bersalin di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, Selasa (12/5/2020), ikut menewaskan dua bayi yang baru lahir.
SERAMBINEWAS.COM, KABUL - Serangan militan terhadap sebuah klinik bersalin di Kabul, Afghanistan, Selasa (12/5/2020), ikut menewaskan dua bayi yang baru lahir.
Jumlah total korban sebanyak 14 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Para korban tewas termasuk para ibu yang baru melahirkan dan sejumlah perawat klinik.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Selasa (12/5/2020) langsung memerintahkan militer untuk merubah pola, dari ofensif atau bertahan menjadi defensif atau menyerang.
"Untuk memberikan keamanan bagi tempat-tempat umum dan menggagalkan serangan serupa, dan ancaman Taliban dan kelompok-kelompok teroris lainnya, saya memerintahkan pasukan keamanan memulai operasi melawan musuh," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
Komentar itu muncul setelah sejumlah pria bersenjata menyerang sebuah rumah sakit di ibukota Afghanistan, Kabul.
Dilansir AP, Selasa (12/5/2020), organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders yang menjalankan klinik bersalin itu menyatakan 13 orang tewas, termasuk dua bayi yang baru lahir.
Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, seorang pembom bunuh diri menyerang pemakaman seorang komandan polisi, yang dihadiri oleh pejabat pemerintah dan anggota parlemen, di Provinsi Timur Nangahar, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 68 orang.
Tidak ada klaim tanggung jawab atas kedua serangan.
Taliban, kelompok pemberontak utama Islamis Afghanistan yang mengatakan telah menghentikan serangan terhadap kota-kota di bawah kesepakatan penarikan pasukan AS, membantah keterlibatan keduanya.
ISIS yang beroperasi di Nangahar telah melakukan sejumlah serangan di Kabul dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Senin (11/5/2020), pasukan keamanan menangkap pemimpin regional di ibukota.
Seorang juru bicara pemerintah Provinsi Nangahar mengatakan jumlah korban bisa meningkat dalam serangan terhadap pemakaman.
Di Kabul, serangan itu dimulai Selasa (12/5/2020) pagi, saat setidaknya tiga pria bersenjata mengenakan seragam polisi memasuki rumah sakit Dasht-e-Barchi, melemparkan granat dan menembak.
Sebanya 15 orang terluka dalam serangan itu, menurut Kementerian Dalam Negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasukan-keamanan-afganistan-mengevakuasi-bayi-yang-baru-lahir.jpg)