Breaking News:

Suara Parlemen

Panen Raya, tak Bikin Petani Gembira, karena Harga Gabah Anjlok  

Wakil rakyat Aceh yang duduk di Komisi IV DPR RI, membidangi pertanian, Muslim SHI MM merasa sedih, ternyata panen raya tidak membuat petani gembira..

For Serambinews.com
Muslim SHI MM, Wakil Rakyat Aceh di Komisi IV DPR RI. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil rakyat Aceh yang duduk di Komisi IV DPR RI, membidangi pertanian, Muslim SHI MM merasa sedih, ternyata panen raya tidak membuat petani gembira, sebab harga gabah yang anjlok.

"Petani murung, meski panen raya,karena harga gabah yang jatuh," keluh politisi Partai Demokrat asal Aceh ini, di Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan data yang diperoleh Muslim dari kalangan internal Badan Ketahanan Pangan, bahwa 32 persen dari total panen gabah saat ini dijual di bawah Rp 4200 atau di bawah harga HPP.  Angka 32 persen ini adalah "warning"  kalau sampai angka 50 persen atau di atasnya maka statusnya akan menjadi "awas."

"Petani kita berada dalam situasi sulit. Kalau ini terus berlanjut maka akan terjadi keguncangan ekonomi," tukasnya.

Kondisi genting ini, menurut Muslim harus segera dicarikan solusi. Jangan biarkan petani larut dalam kesedihan akibat rendahnya penghasilan yang diterima serta tidak sebanding dengan modal dan usaha yang telah dikeluarkan.

"Apabila terus dibiarkan bisa membuat para petani berpikir ulang untuk terus melanjutkan usaha pertaniannya. Data menunjukkan bahwa jumlah petani dan luas lahan pertanian dari tahun ke tahun terus berkurang, yang ditengarai akibat faktor ketidaksejahteraan ini.Ini jelas, akan mengancam ketahanan pangan nasional, serta krisis pangan global seperti yang diingatkan oleh FAO,” ujar Muslim.

Lebih lanjut, politisi asal Aceh ini juga menambahkan bahwa ketidakberdayaan para petani terhadap kondisi disebabkan oleh dua hal. Pertama, ketidaktersediaan infrastruktur pengeringan (drying) dan penyimpanan (storing) yang membuat para petani mau tidak mau harus segera menjual gabahnya.

Kedua, adanya dugaan spekulan yang bermain dan mengeruk keuntungan tak beretika yang memanfaatkan kondisi petani tersebut di atas. Hal ini terbukti, bahwa harga beras di pasaran tetap normal, bahkan mengalami kenaikan.

“Harga beras di pasaran naik, harga gabah di petani turun. Ini kan anomali,” pungkas Muslim yang juga menjabat  Kepala Departemen Pertanian, Kehutanan dan Kemaritiman DPP Partai Demokrat.(*)

Apache13 Rilis Lagu Ie Raya, Videonya Persis Banjir Banda Aceh Tiga Hari lalu

Miris, Ketujuh Pelaku Prostitusi Online yang Ditangkap Polres Langsa Berstatus IRT

Viral Kakek Ngaku Cuma Dapat Rp 1500 Sehari, Ternyata Punya Rumah 2 Tingkat, Donatur Merasa Diprank

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved