Luar Negeri
Penjualan Mobil Dunia Turun, Laba Toyota Diprediksi Turun Tajam
Produsen otomotif terbesar dunia, Toyota, Selasa (12/5/2020) memprediksikan penjualan mobil dunia dan laba akan turun tajam dalam tahun ini.
SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Produsen otomotif terbesar dunia, Toyota, Selasa (12/5/2020) memprediksikan penjualan mobil dunia dan laba akan turun tajam dalam tahun ini.
Raksasa Jepang tersebut juga terjebak dengan pandemi virus Corona yang telah merobek-robek pasar mobil global.
Pabrikan itu mengatakan laba operasinya untuk tahun fiskal sampai Maret 2021 diperkirakan akan turun 79,5 persen dan menolak memberikan perkiraan laba bersih.
Toyota juga memperkirakan penurunan hampir 20 persen dalam penjualan tahunan, dengan setiap wilayah mengalami kemerosotan, dipimpin oleh Eropa dan Asia.
Perusahaan itu mengatakan pasar mobil global akan keluar dari krisis sekitar pertengahan tahun dan kemudian pulih, tetapi memperingatkan dampak pandemi akan terasa untuk beberapa waktu.
"Dampak COVID-19 sangat luas, signifikan dan serius, dan diharapkan tidak berlanjut," kata Toyota dalam pernyataannya.
Raksasa mobil itu mengatakan penyebaran penyakit virus Corona telah melumpuhkan penjualan mobil, termasuk rantai pasokan suku cadang dan dealer ditutup.
• Toyota Indonesia Recall Ratusan Alphard karena Sabuk Keamanan Bermasalah, Pemilik Bisa ke Diler
• Ramadhan di Kota Meguro Jepang, Suasana Indonesia di Negeri Matahari Terbit
• Pakar Jepang Pesimis Olimpiade Digelar 2021
Presiden Akio Toyoda bersumpah dalam konferensi pers untuk menjadi pendorong ekonomi setelah ini berakhir.
"Saya pikir, kita semua siap untuk tugas itu. Dengan penghasilan ini, kita berdiri di titik awal kelahiran kembali Toyota," katanya.
Pembuat mobil di seluruh dunia telah menderita setelah pandemi memporak-porandakan ekonomi global menjadi terbalik.
Seperti Produksi mobil di Brasil turun 99 persen pada April 2020, menurut asosiasi pembuat mobil.
Pesaing global Toyota juga mengalami penurunan yang serupa, seperti raksasa AS, General Motors (GM) melaporkan penurunan 86 persen dalam pendapatan kuartal pertama pekan lalu.
Saingan Toyota yang lebih kecil, Honda, juga menolak memberikan perkiraan tahunan, tetapi mengumumkan penurunan laba bersih 25,3 persen dari tahun sebelumnya.
Laba operasi Honda turun 12,8 persen menjadi 633,63 miliar yen atau 5,9 miliar dolar AS karena penjualan turun 6,0 persen.
Satoru Takada, analis mobil di TIW, sebuah perusahaan penelitian dan konsultasi yang berbasis di Tokyo, mengatakan kepada AFP bahwa Toyota telah menunjukkan kinerja mantap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/showroom-toyota-di-tokyo-jepang.jpg)