Ramadhan 1441 H
Empat Persiapan Agar Meraih Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan
Untuk mendapatkan lailatul qadar, alangkah lebih baiknya jika mengetahui keutamaan dan kemudian mempersiapkan diri untuk meraih malam yang mulia ini.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM – Mulai memasuki pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan malam lailatul qadar.
Terlebih lagi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Sesudah diwajibkannya ibadah puasa, dan agar umar Islam dapat merealisasikan nilai taqwa, Allah SWT melengkapi nikmat-Nya dengan memberikan malam lailatul qadar.
Arti dari Lailatul Qadar telah dijelaskan melalui kalam Allah, Surah ke-97. Lalu Apa itu Lailatul Qadar?
Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada “Lailat al Qadr”. Tahukah kalian apakah “Lailat al qadr” ?. Itulah malam yang lebih utama dari pada seribu bulan“ (QS. Qadr : 1 – 3).
• Meraih Lailatul Qadar, Berikut Tanda-tanda, Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil s10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Sebagaimana bunyi hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah dari sabda Rasulullah SAW:
“Carilah lailat al qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari Muslim dan Baihaqi).
Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Yasir Yusuf MA, saat dikonfirmasi Serambinews.com, pada 20 April lalu, beliau memberikan Modul Fiqih puasa kepada Serambinews.com.
Dalam bukunya, Ustaz Yasir mengatakan, karena langka dan pentingnya lailat al qadr, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan lailat al qadr pada sepanjang 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
• Amalan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan pada Malam Lailatul Qadar, Baca Doa Berikut
Untuk merndapatkan Lailatul Qadar, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui keutamaan malam yang mulia ini dan kemudian mempersiapkan diri untuk meraihnya.
Berikut ini keutamaan malam Lailatul Qadar yang disarikan dari Modul Fiqih Puasa, Ustaz Muhammad Yasir Yusuf.
Malam yang lebih indah dari seribu bulan
Allah berfirman yang Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada “Lailat al Qadr”.
Tahukah kalian apakah “Lailat al qodr” ?.
Itulah malam yang lebih utama dari pada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.“ (QS. Qadr : 1 – 5)
• 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan, Ini Keutamaan Shalat Tahajud di Malam Lailatul Qadar
Mengomentari ayat di atas Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan keutamaan disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah Alquran, dan dzikir serta amal sosial (seperti shadaqah dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailat qadr sendiri).
Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya Allah mengkaruniakan “Lailat al qodr” untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.
Para malaikat turun ke bumi
Sementara berkenaan dengan ayat 4 surat Al Qadr, Abdullah bin Abbas RA menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailat al qadr, para malaikat turun ke bumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyam al lail (shalat malam), atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka.
Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hambaNya yang bertaubat.
Diampuni segala dosa
Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan:
“Barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) pada lailat al qadr, atas dasar iman serta semata-mata mencari keridhaan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya”. (HR. Abu Hurairah).
Demikian banyaknya keutamaan lailat al qadr, sehingga Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya:
“Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali “Lailat al qodr’, karena lailat al qodr lebih utama dari (amalan) seribu bulan”.
Persiapan untuk meraih Lailatul Qadar
Untuk meraih malam yang paling mulia ini ada beberapa hal yang harus kita persiapkan, diantaranya:
1. Ibadah Bersungguh-sungguh
Menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan agar lebih bersungguh-sungguh, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan beribadah pada hari-hari itu.
Dalam peribadatan ini juga dengan mengikutsertakan keluarga. Hal itulah yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.
2. Melakukan I'tikaf
Melakukan i’tikaf dengan berupaya sekuat tenaga. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
3. Melakukan Qiyamul Lail
Melakukan qiyamul al lail atau shalat malam dengan berjama’ah, sampai dengan rekaat terakhir yang dilakukan imam, sebagiamana diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, tulis Ustaz Yasir Yusur dalam modul Fiqih Puasa.
4. Memperbanyak Do’a
Memperbanyak do’a dan memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah dengan lafal:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul afwa fa’fu’anni”.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan aku."
Ustaz Yasir menambahkan, doa itulah yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika beliau bertanya:
“Wahai Rasulullah, bila aku ketahui kedatangan lailat al qadr, apa yang mesti aku ucapkan”? (Hr. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi. (Serambinews.com/Firdha Ustin)