Aceh Siapkan 17.983 Ekor Ternak

Dinas Peternakan Aceh menyediakan17.983 ekor ternak untuk kebutuhan meugang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadisnak Aceh, drh Rahmandi MSi, sedang perhatikan sapi yg dijual di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar 

* Untuk Meugang Idul Fitri 1441 H

BANDA ACEH - Dinas Peternakan Aceh menyediakan17.983 ekor ternak untuk kebutuhan meugang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, pada Kamis dan Jumat (22-23/5/2020) di 23 kabupaten/kota. Jumlah tersebut terdiri dari 11.863 ekor sapi dan sisanya ternak kerbau

Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi kepada Serambi, Jumat (15/5/2020) menjelaskan, persediaan ternak tersebut ada di kalangan peternak, pengusaha, dan pedagang harian. Data jumlah persediaan ternak potong untuk meugang, katanya, diperoleh dari laporan Dinas Peternakan Kabupaten/Kota.

“Misalnya Kota Banda Aceh, Kantor Dinas Peternakan setempat melaporkan, jumlah stok untuk meugang Lebaran ini sebanyak  315 sapi dan 65 ekor kerbau. Aceh Besar melaporkan, jumlah sapi sebanyak 1.305 ekor dan kerbau 237 ekor,” jelasnya.

Diungkapkan, dari 23 kabupaten/kota, daerah yang paling banyak persediaan ternak untuk meugang Lebaran ini adalah Bireuen. Bireuen memiliki stok ternak untuk kebutuhan meugang mencapai 1.482 ekor sapi, dan 68 ekor kerbau. Aceh Utara persediaan sapi 1.335 ekor dan kerbau  374 ekor.

Untuk wilayah pantai barat-selatan Aceh, kata Rahmandi, stok ternak potong untuk meugang Lebaran lebih banyak kerbau, dibanding sapi. Di Aceh Barat misalnya, persediaan kerbau mencapai 712 ekor, sedangkan sapi 677 ekor. Nagan Raya stok kerbau 507 ekor dan sapi\ 300 ekor, Aceh Selatan persediaan kerbau 357 ekor dan sapi 199 ekor, Abdya kerbau 414 ekor dan sapi 302 ekor.

Untuk wilayah tengah, seperti Aceh Tengah, sama seperti wilayah pantai timur-utara, lebih banyak stok sapi. Aceh Tenggara persedian sapi mencapai  404 ekor dan kerbau hanya 86 ekor, Bener Meriah persediaan sapi 310 ekor dan kerbau 297 ekor, Aceh Tengah banyak kerbau, jumlahnya 435 ekor, sapi 318 ekor. Gayo Lues hampir sama banyak kerbau dan sapinya, jumlah kerbau 152 ekor dan sapi 143 ekor.

Selain melaporkan persediaan ternak sapi dan kerbau, kata Rahmandi, pihak Disnak Kabupaten/Kota juga melaporkan persediaan daging domba, kambing serta ayam potong. Stok untuk daging domba dan kambing di daerah jumlahnya mencapai 98.759 ekor, domba 7.597 dan kambaing 91.162 ekor. Untuk persediaan ayam potong cukup banyak mencapai 821.257 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi menambahkan, yang perlu diperhatikan Disnak Kabupaten/Kota, sebelum dipotong untuk dijual ke masyarakat, harus dicek terlebih dahulu kesehatan ternak-ternak tersebut.

“Kalau dipotong di rumah potong, pemeriksaan kesehatan ternak cukup ketat. Hanya sapi dan kerbau yang dinyatakan sehat yang boleh dipotong, sedangkan yang sakit dan kurang sehat tak boleh dipotong,” tegasnya.

Pemeriksaan kesehatan ternak yang mau dipotong, kata Rahmandi, sangat diwajibkan, untuk memberikan kenyamanan kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Begitu juga untuk ternak kambing, domba dan ayam potong. Sejauh ini, memang di Aceh belum ada wabah penularan penyakit ternak. Tapi untuk memberikan kepastian ternak yang dipotong benar-benar sehat, pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan.

Rahmandi juga mengingatkan, dalam pelaksanaan penjualan daging meugang nanti, para pedagang dan konsumen perlu menjadikan protokal pencegahan Covid-19 menjadi hal utama, terutama pakai masker, jaga jarak, dalam antrean membeli daging. “Ini harus menjadi perhatian petugas peternakan kabupaten/kota bersama tim pencegah Covid-19 di daerah,” ujarnya.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved