Sabtu, 18 April 2026

Indahnya Masjid Agung Taipei, Masjid Tertua dan Terbesar di Taiwan

Masjid Agung Taipei, juga dikenal dengan Taipei Grand Mosque, merupakan masjid tertua dan terbesar di Taiwan.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI
Taipei Grand Mosque atau Masjid Agung Taipei adalah yang tertua di Taiwan. (KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTAMasjid Agung Taipei, juga dikenal dengan Taipei Grand Mosque, merupakan masjid tertua dan terbesar di Taiwan.

Taipei Grand Mosque dibangun pada 1960 oleh arsitek asal Taiwan bernama Yang Zhuocheng.

Yang Zhuocheng dikenal akan karya arsitekturnya seperti Chiang Kai-shek Memorial Hall, National Theater and National Concert Hall Taipei, dan Cihu Mausoleum.

Mengutip laman resminya, taipeimosque.org.tw, masjid dibangun di No. 2, Lane 17, Lishui Street sebelum tahun 1940-an, menggantikan perumahan Jepang yang dulunya berdiri di sana.

Namun, Taiwan melihat adanya peningkatan pendatang yang beragama Muslim pada tahun 1940-an.

Sementara itu, masjid di Lishui Street berukuran kecil dan tidak dapat menampung semua umat Muslim.

Jenderal Bai Chongxi, seorang pemimpin Nasionalis China yang beragama Muslim, kemudian memohon kepada pemerintah dan memperoleh bantuan dari Menteri Luar Negeri George Kung-chao Yeh, juga dikenal dengan Ye Gongchao, untuk membangun masjid yang lebih besar.

Hal ini dilakukan untuk menghormati tradisi agama Islam pada pendatang tersebut.

Masjid yang dibangun pun memiliki standar internasional.

Proses panjang pembangunan masjid

Masjid Agung Taipei.(KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI)
Masjid Agung Taipei.(KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI) 

Sepanjang proses konsultasi dan koordinasi lebih lanjut, baik pemerintah maupun asosiasi terkait, secara aktif mempromosikan pembangunan masjid tersebut.

Pada 12 Desember 1949, Komite Pembangunan Masjid Taipei pun secara resmi dibentuk.

Tujuannya adalah untuk memahami apa saja yang dibutuhkan dalam rencana pembangunan.

Melalui rencana tersebut, mereka ingin membangun masjid yang dapat menampung 600 orang. Pembangunan pun mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Taiwan.

Mereka juga mendapat pinjaman sebesar 4 juta Yuan, setara dengan Rp 8 miliar pada kurs 2020, dari Bank Taiwan sebagai dana pembangunan atas nama Kementerian Luar Negeri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved