Sabtu, 25 April 2026

Update Corona di Abdya

Warga Abdya yang Pulang Merantau dan Jalani Isolasi Mandiri Bertambah, Ini Kecamatan Terbanyak

Mereka yang telah pulkam ini telah dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas puskesmas setempat.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Petugas kesehatan lengkap pakai APD didampingi Babinsa dan Bhabin Kamtibmas  di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, melakukan pemeriksaan suhu badan tiga warga perantau asal kecamatan setempat yang baru pulang dari Malaysia di rumah kediamannya, Minggu (17/5/2020). Hasil pemeriksaan dinyatakan normal atau Orang Tanpa Gejala (OTG). 

Mereka yang telah pulkam ini telah dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas puskesmas setempat.

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Warga perantau Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pulang kampung (pulkam), bertambah lagi menjadi 58 orang. 

Data ini sesuai update data terakhir, Senin (18/5/2020) sore.  

Jumlah tersebut bertambah 8 orang dibanding dua hari lalu, Sabtu (16/5/2020).

Ketika itu 50 orang warga perantau yang menjadi isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya melalui Juru Bicara, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com, Senin menjelaskan, bertambah warga yang menjalani isolasi karena ada 8 orang warga perantau yang mudik selama dua hari terakhir.

Kadis Syariat Islam dan WH Langsa Tertibkan Warga Main Domino dan Billiar

Sekjen PBB Surati Bangladesh, Minta Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke Kamp-Kamp Pengungsian

Viral, #DontRushChallenge di Media Sosial, Video Kreatif Para Dokter Gigi Sambut Idul Fitri

Warga perantau yang pulkam tersebut terutama dari Malaysia seperti warga asal Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot serta beberapa warga yang pulang dari beberapa daerah di Indonesia.

Mereka yang telah pulkam ini telah dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas puskesmas setempat.

Kemudian diwajibkan menjalani isolasi secara mandiri, tidak boleh keluar rumah selama 14 hari dihitung sejak yang bersangkutan tiba di kampung halaman.  

“Data warga yang menjalani isolasi mandiri memang naik turun, disesuaikan dengan data warga yang baru mudik dan warga yang sudah selesai isolasi 14 hari,” kata Safliati yang juga menjabat Kadis Kesehatan Abdya.

Berdasarkan update data yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya, Senin  (18/5/2020) sore, pukul 17.00 WIB, bahwa jumlah yang pulkam mencapai 1.311 orang.

Mereka pulang merantau dari luar negeri, terutama di Malaysia.

Sebagian besar lainnya pulang dari sejumlah daerah di Indonesia, terutama dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,  Medan dan beberapa daerah lain.   

Dari jumlah warga perantau Abdya, pulkam 1.311 orang, sebanyak 1.253 orang di antaranya sudah selesai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Mereka tidak mengeluh tentang kondisi kesehatan setelah menjalani isolasi.

Sisanya, sebanyak 58 orang perantau masih menjalani isolasi di rumah masing-masing.  Mereka tersebar di sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil.

Warga perantau yang masih menjalani isolasi mandiri dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Kuala Batee 14 orang.

Disusul Kecamatan Babahrot 11 orang, Kecamatan Susoh, Kecamatan Tangan-Tangan dan lembah Sabil masing-masing 6 orang, Kecamatan Jeumpa 6 orang, Manggeng 4 orang serta Kecamatan Setia dan Blangpidie masing-masing 3 orang.

Safliati kembali menjelaskan, selama 14 hari menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka tetap dilakukan observasi kesehatan oleh petugas medis dari Puskesmas setempat dan dari Dinkes Kabupaten Abdya. 

Jika dalam pemantauan atau observasi ditemukan gejala awal yang mengarah ke Covid-19, maka yang bersangkutan segera diusulkan ke Dinas Provinsi Aceh untuk dimasukkan dalam daftar ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Namun dari dari ribuan  warga perantau yang observasi tidak dilakukan tidak ditemukan gejala awal yang mengarah ke Covid-19.

Malahan, beberapa warga Abdya yang baru pulang dari Malaysia dilakukan periksaan dengan alat rapid test (pemeriksaan cepat), dan hasilnya negatif.   

Berdasarkan update data terakhir, Senin sore, tidak ditemukan lagi  warga Abdya berstatus ODP. Pasien Dalam Pangawasan (PDP) juga kosong.

Warga status ODP menjadi nihil, karena 7 warga perantau yang terdaftar dalam ODP sebelumnya selesai proses pemantauan.

Warga Abdya yang status PDP juga masih nihil atau kosong. Sedangkan seorang pasien status positif hasil laboraturium, yaitu salah seorang perempuan dari Manggeng sudah dinyatakan negatif atau sembuh berdasarkan hasil swab bersangkutan keluar 29 April lalu.  

Kendati ODP dan PDP sudah nihil, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Abdya itu meminta warga tetap waspada.

Warga agar selalu pakai masker ketika keluar rumah, hindari keramaian dan kerumunan, sering cuci tangan dengan  menggunakan sabun serta melaksanakan seluruh ketentuan pemerintah, yaitu sosial distancing dan physical distancing dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved