PT PEMA Akan Penuhi Fasilitas KIA Ladong
Perseroan Terbatas Pembangunan Aceh (PT PEMA) tetap bertanggung jawab memenuhi target pembangunan fasililitas Kawasan Industri Aceh (KIA)
* Sesuai Komitmen dengan PT Trans Continent
BANDA ACEH - Perseroan Terbatas Pembangunan Aceh (PT PEMA) tetap bertanggung jawab memenuhi target pembangunan fasililitas Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, sesuai komitmen yang telah disepakati dengan PT Trans Continent.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT PEMA, Ir Zubir Sahim kepada para wartawan di Banda Aceh, Senin (18/5), menanggapi pemindahan alat-alat kerja PT Trans Continent dari KIA Ladong, Aceh Besar, yang diberitakan sejumlah media sejak Sabtu (16/5).
Zubir mengatakan, PT PEMA adalah perusahaan daerah milik Pemerintah Aceh yang dipercaya mengelola KIA Ladong, Aceh Besar, sejak 12 Maret 2020. PT PEMA telah berkomitmen dengan PT Trans Continent menyangkut pemakaian lahan di KIA seluas 10 Ha, menempatkan petugas keamanan, membangun pagar keliling, instalasi listrik, jaringan internet, dan telepon, instalasi air bersih, drainase, penerangan, dan pembangunan badan jalan dalam kawasan industri itu.
“Sekitar 60% dari target sudah kita penuhi, seperti lahan, menempatkan petugas Pam Provit, jaringan telepon, internet, dan jaringan listrik sudah siap pakai. Sumur bor untuk air bersih dalam proses pengerjaannya,” kata Zubir seperti dikutip rilis Humas Pemerintah Aceh.
Zubir mengaku terkendala pembangunan pagar keliling kawasan dengan BRC (British Reinforced Concrete) saat ini. Panjangnya mencapai 1.400 m dan harus pesan ke pabriknya. “Kami telah order, namun pabrik BRC tak berproduksi saat ini akibat Covid-19. Drainase dan badan jalan dalam kawasan pun segera kami selesaikan,” katanya.
Menurut Zubir, bobot komitmen PT PEMA dengan PT Trans Continent dalam mengembangkan KIA Ladong, lebih tinggi dimensi sosial daripada dimensi business to business (B2B). “Pak Ismail Rasyid, pemilik PT Transcontinent, pengusaha sukses di level nasional dan internasional, tapi ingin mengembangkan usahanya di KIA. Kita sambut dengan bangga, tangan terbuka, dan dada yang lapang,” kata mantan Kepala BPKS Sabang ini.
“Menangkap niat Pak Ismail Rasyid, yang ingin membangun daerahnya bersama-sama Pemerintah Aceh, kami pun bicara secara sangat terbuka dengan beliau,” lanjutnya.
Di sisi lain, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pun bertekad mewujudkan sentra bisnis KIA Ladong secepat mungkin bersama PT Trans Continent. “Portofolio PT PEMA kami buka semua kepada Pak Ismail Rasyid. Karena motivasi beliau adalah untuk membangun Aceh, bukan sekadar mau membangun bisnis di Aceh,” katanya.
“Jadi, Pak Ismail Rasyid tahu persis komitmen kita, niat kita, dan harapan masyarakat Aceh terhadap tumbuhnya dunia usaha di Aceh. Tak ada sedikit pun tersirat untuk tidak memenuhi komitmen yang sudah kami sepakati,” kata Zubir.
Pada sisi yang lain, lanjut Zubir, pihaknya juga dapat memahami keputusan Ismail Rasyid menarik sementara alat kerjanya dari KIA Ladong. “Beliau sudah mengeluarkan operasional cost yang tidak sedikit. Peralatan kerja yang ada di KIA Ladong saat ini akan lebih efektif dimanfaatkan pada sentra bisnis PT Trans Continent di tempat lain, tapi hanya untuk sementara waktu,” kata Zubir Sahim.
Ia berharap, setelah fasilitas dalam kawasan industri telah selesai dibenahi, peralatan tersebut hendaknya dapat segera dibawa kembali ke KIA Ladong, Aceh Besar.
Zubir juga mengatakan dirinya telah melaporkan perkembangan terakhir KIA Ladong kepada Plt Gubuernur Aceh Nova Iriansyah. Ia mendapat arahan agar membangun komunikasi lebih lanjut dengan Ismail Rasyid.
Harapannya, Ismail Rasyid belum sampai pada keputusan akhir. Masih ada ruang dan waktu untuk kita berkomunikasi, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan investasi Aceh bersama-sama. “Saya pun sudah bicara melalui telepon seluler dengan Pak Ismail Rasyid dari hati ke hati, sebagai hatee ureng Aceh, dan sebagai adik dengan kakak. Kami sepakat untuk berkomunikasi lebih lanjut dalam waktu dekat ini,” tutup Zubir Sahim.
Tanggapan Ismail Rasyid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dirut-pt-pema-ir-zubir-sahim-dan-juru-bicara-pemerintah-aceh-saifullah-abdulgani.jpg)