Berita Bireuen
Talud Jalan Usaha Tani di Simpang Mamplam Terancam Patah, Ini Harapan Keuchik
Talud jalan di Desa Meunasah Mesjid rusak karena digerus banjir beberapa waktu lalu. Saat ini kondisinya miring dan terdapat patahan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM - Talud jalan usaha tadi di Desa Meunasah Mesjid dan berbatasan dengan Desa Blang Teumulek, Simpang Mamplam, Bireuen dibangun akhir tahun 2019 lalu terancam patah diduga akibat digerus banjir, keuchik desa setempat mengharapkan kerusakan dapat diperbaiki kembali.
Amatan Serambinews.com, Selasa (19/05/2020), tebing atau talud jalan sudah retak dan miring, timbunan tanah juga seperti di gerus banjir, pada titik awal proykek tersebut terdapat nama papan proyek lambang Kementerian Pekerjaan Umum, Progam Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) 2019 proyek rabat beton.
Keuchik Meunasah Mesjid, Rusdi Muhammad kepada Serambinews.com mengatakan, proyek tersebut dikerjakan beberapa bulan lalu.
Saat pekerjaan dimulai diakuinya ada dilaporkan oleh pelaksana pekerjaan yaitu Badan Koordinasi Antar desa (BKAD) Simpang Mamplam, selesai dikerjakan belum dilaporkan, sejak beberapa bulan lalu kondisinya miring dan terdapat patahan, dikhawatirkan akan ambruk bila tidak diperbaiki segera.
“Kami mengharapkan pelaksana proyek tersebut untuk memperbaiki segera sebelum ambruk dan patah, bila sudah patah perbaikan akan membutuhkan anggaran besar, sehingga proyek tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani untuk mengangkut hasil bumi” ujarnya.
Pelaksana proyek Pisew tersebut, Murdani selaku ketua BKAD kepada Serambinews.com mengatakan, pekerjaan rabat beton dan membangun jalan usaha tani di beberapa desa di Simpang Mamplam sudah selesai dikerjakan. Pekerjaan sudah selesai dan sudah diserahterimakan pada awal Januari 2020 lalu, anggara seluruhnya Rp 590 juta lebih.
Diakuinya, salah satu pekerjaan yaitu talud jalan di Desa Meunasah Mesjid rusak, penyebab rusak karena digerus banjir beberapa waktu lalu.
“Saya sudah melihat kerusakan tersebut, memperbaiki sekarang dikhawatirkan hujan lagi rusak lagi, nanti setelah lebaran kami bermusyawarah dengan perangkat desa untuk memperbaiki kembali,” janjinya.(*)
• Angka Kunjungan Pasien di RSUZA Banda Aceh Menurun, Ini Penyebabnya
• Resep Bola-Bola Coklat untuk Menu Kue Lebaran
• Bantu Pengujian Spesimen Covid-19, BPOM Siapkan Lima Laboratorium
• Mesum di Kebun Kopi, Pasangan Selingkuh di Bener Meriah Ditangkap Warga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trancampattah.jpg)