Breaking News:

Berita Banda Aceh

Angka Kunjungan Pasien di RSUZA Banda Aceh Menurun, Ini Penyebabnya

“Benar, bahwa angka kunjungan pasien yang berobat ke RSUZA cenderung menurun. Penurunannya antara 10-50 persen.”

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Suasana sepi terlihat di loket pengambilan nomor antrean kartu rawat inap di RSUZA Banda Aceh. Foto Direkam Selasa (19/5/2020). 

“Benar, bahwa angka kunjungan pasien yang berobat ke RSUZA cenderung menurun. Penurunannya antara 10-50 persen.”

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam beberapa bulan terakhir, angka kunjungan pasien umum pemegang kartu JKN/JKA atau lainnya yang datang berobat ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh menurun.

Penurunan itu tidak saja terlihat di Instalasi Gadat Darurat (IGD), tapi juga untuk rawat jalan maupun rawat inap.

Penurunan angka kunjungan pasien ke rumah sakit pelat merah itu bahkan bisa mencapai 50 persen.

Hal tersebut diakui Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS kepada Serambi, Selasa (19/5/2020).

“Benar, bahwa  angka kunjungan pasien yang berobat ke RSUZA cenderung menurun. Penurunannya antara 10-50 persen,” terangnya.

Pria Asal Kutaraja Ini Ditangkap Polisi, Karena Menggerayangi IRT yang Tak Lain Adalah Tetangganya

Azharuddin mencontohkan, tingkat kunjungan pasien rawat jalan pada Jumat (15/5/2020), di mana jumlah pasien yang berobat sebanyak 591 orang.

Namun pada Sabtu (16/5/2020) jumlah pasien yang berobat turun dratis, hanya 83 orang.

“Hari Minggu (17/5/2020) yang datang berobat hanyak satu pasien. Sedangkan Senin dan Selasa (18 dan 19 Mei 2020) jumlah pasien yang berobat ke RSUZA sebanyak 667 dan 470 orang,” tuturnya.

Sementara pasien yang masuk melalui gawat darurat, tambah Azharuddin, juga mengalami penurunan.

Pada hari Kamis (15/5/2020) pasien yang berobat sebanyak 64 orang, sehari kemudian naik sebanyak 74 orang.

Mesum di Kebun Kopi, Pasangan Selingkuh di Bener Meriah Ditangkap Warga  

Sedangkan pada hari Sabtu (17/5/2020) turun menjadi 66 orang, Minggu (18/5/2020) naik menjadi 72 orang, Senin (19/5/2020) 83 orang, dan Selasa jumlah hanya 20 pasien.

“Pasien rawat inap yang masuk dan keluar juga cenderung menurun. Dari Kamis (14/5/2020) sampai Selasa (19/5/2020) perharinya tidak lebih 62 orang, bahkan ada yang cuma 27 pasien,” ujar Azharuddin.

Kondisi itu, ungkapnya, bisa dilihat langsung di berbagai ruang dan sudut RSUZA.

Misalnya ruang poli, jumlah pasien yang datang ke ruang poli di lantai II rumah sakit tersebut, jumlah pasien yag menunggu layanan dokter spesialis sangat sedikit, hanya beberapa orang saja.

Tidak banyak penumpukan pasien di ruang tunggu.

Bantu Pengujian Spesimen Covid-19, BPOM Siapkan Lima Laboratorium

Begitu juga pada ruang tunggu rawat jalan, dan ruang pengambilan kartu rawat inap di loket lantai I.

“Di ruang pengambilan obat untuk pasien JKN/JKA jumlah pasien yang mengantre terlihat memang banyak. Tapi dibaningkan hari sebelum wabah Covid-19, jumlah yang ada sekarang sudah menurun 50 persen,” ungkapnya.

Sebelum virus corona mewabah, tambah Azharuddin, layanan pengambilan obat dibuka 6 loket, karena jumlah pasien rawat jalan yang mencapai 500-600 orang/hari, setelah ada wabah Covid-19 jumlahnya turun menjadi 100-200 orang.

Loket pengambilan obat dari enam, kini dibuka hanya dua saja.

Dikatakan Azharuddin, sejak pandemi Covid-19 penurunan jumlah pasien untuk berobat terjadi di seluruh rumah sakit di dunia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Abrasi Kembali Landa Pantai Jilbab Susoh, Sejumlah Rumah Terancam Ambruk

Pasalnya, masyarakat banyak memilih untuk dirawat di rumah.

“Para pasien beralasan takut tertular virus corona, karena pasien yang datang berkunjung ke rumah sakit cukup banyak. Apalagi ada juga pasien yang sudah terinfeksi virus corona, tanpa menunjukkan gejala, seperti batuk, flu atau suhu badan tinggi,” terangnya.

Yang jelas, ungkap Azharuddin, manajemen RSUZA akan melayani setiap masyarakat yang datang berobat sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pasien yang terinfeksi virus corona akan ditangani secara baik pada ruangan khusus,” pungkas Azharuddin.(*)

Curhat Cut Meyriska Khawatir Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Tak Pernah Ngidam Aneh-aneh

Indonesia Nomor Urut 1 Jumlah Kematian Pasien Corona di Asia Tenggara, 3 Negara Ini Nol Kematian

Tinjau Lokasi Banjir di Aceh Tamiang, Plt Gubernur Serahkan Bantuan

Penulis: Herianto
Editor: Ibrahim Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved