Update Corona di Abdya
H-2 Idul Fitri 1441 H, Perantau Abdya Pulkam Capai 1.351 Orang, Warga Harus Jalani Isolasi Bertambah
Warga perantau Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pulang kampung (pulkam) semakin meningkat selama dua hari terakhir....
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Warga perantau Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pulang kampung (pulkam) semakin meningkat selama dua hari terakhir.
Hingga H-2 Idul Fitri 1441 H/2020 M pada Jumat (22/5/2020) perantau yang pulkam tembus angka 1.351 orang, sehingga warga harus menjalani isolasi mandiri juga membengkah menjadi 62 orang.
Namun, warga Abdya berstatus ODP (Orang Dalam Pemantau) dan Pasien Dalam Pangawasan (PDP) masih tetap kosong alias nihil.
Update terakhir dirilis Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya, Safliati SST MKes, Jumat (22/5/2020) sore, sekira pukul 17.00 WIB.
Jumlah warga perantau Abdya pulkam (traveller) 1.351 orang atau meningkat sejumlah 32 orang dibandingkan Selasa (19/5/2020) sebanyak 1.319 orang.
Diantara mereka pulang merantau dari Malaysia, dan banyak pula mudik dari sejumlah daerah di Indonesia. Seperti dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta jumlah daerah Pulau Sumatera, seperti Medan, Sumatera Utara..
“Pertambahan traveller itu karena warga pulang kampung selama dua hari terakhir,” kata Safliati, juga menjabat Kepala Dinkes Abdya, dihubungi Serambinews.com, Jumat sore, tadi.
Dari jumlah warga pulkam (traveller) 1.351 orang, sebanyak 1.289 orang diantaranya sudah selesai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Mereka yang sudah menjalani isolasi tidak mengeluh tentang kondisi kesehatannya.
Sisanya, sebanyak 62 orang perantau sedang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Mereka tersebar di sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil.
Warga perantau yang masih menjalani isolasi mandiri dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Kuala Batee mencapai 30 orang, disusul Kecamatan Tangan-Tangan 15 orang.
Kecamatan Setia 7 orang, Kecamatan Jeumpa 4 orang, Kecamatan Babahrot 3 orang, Kecamatan Blangpidie, Kecamatan Manggeng dan Kecamatan Lembah Sabil masing-masing 1 orang.
Dari sembilan kecamatan hanya satu kecamatan sampai Jumat (23/5/2020) sore untuk sementara tidak ada lagi warga perantau yang menjalani isolasi mendari, yaitu Kecamatan Susoh.
Karena Idul Fitri 1441 H hanya tersisa 2 hari lagi, maka sebagian dari 62 orang warga perantau yang sudah berada di kampung itu tetap menjalani isolasi atau tidak boleh ke luar rumah saat Idul Fitri.
Sebelumnya, Safliati menjelaskan, lama 14 hari menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka tetap dilakukan observasi kesehatan oleh petugas medis dari Puskesmas setempat dan dari Dinkes Kabupaten Abdya.
Jika dalam pemantauan atau observasi ditemukan gejala awal yang mengarah ke Covid-19, maka yang bersangkutan segera diusulkan ke Dinas Provinsi Aceh untuk dimasukkan dalam daftar ODP (Orang Dalam Pemantauan).
Namun dari dari ribuan warga perantau yang observasi tidak dilakukan tidak ditemukan gejala awal yang mengarah ke Covid-19.
Malahan, beberapa warga Abdya yang baru pulang dari Malaysia dilakukan periksaan dengan alat rapid test (pemeriksaan cepat), dan hasilnya negatif.
Berdasarkan update data terakhir, Jumat (22/5/2020) sore, tidak ditemukan lagi warga Abdya berstatus ODP. Pasien Dalam Pangawasan (PDP) juga kosong.
Warga status ODP menjadi nihil, karena 7 warga perantau yang terdaftar dalam ODP sebelumnya selesai proses pemantauan.
Warga Abdya yang status PDP juga masih nihil atau kosong. Sedangkan seorang pasien status positif hasil laboraturium, yaitu salah seorang perempuan dari Manggeng sudah dinyatakan negatif atau sembuh berdasarkan hasil swab bersangkutan keluar 29 April lalu.
Kendati ODP dan PDP sudah nihil, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Abdya itu meminta warga tetap waspada.
Warga agar selalu pakai masker ketika keluar rumah, hindari keramaian dan kerumunan, sering cuci tangan dengan menggunakan sabun serta melaksanakan seluruh ketentuan pemerintah, yaitu sosial distancing dan physical distancing dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.(*)
• Kecewa Karena Gagal Lawan Francis Ngannou, Jon Jones Kini Tatap Jan Blachowicz
• Dikira Pengukur Suhu Tubuh, Pegawai Swalayan Ini Semprot Mata Pelanggan pakai Hand Sanitizer
• Lagi, Satu Warga Aceh Tamiang Positif Covid-19, Sepulang dari Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jumlah-traveller-di-aceh-barat-daya.jpg)