Update Corona di Aceh

Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Asal Simeulue dan Bener Meriah Sembuh

Tim Medis Covid-19 Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUZA Banda Aceh telah merawat sebanyak 16 pasien Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020...

For. Serambinews.com
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Medis Covid-19 Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUZA Banda Aceh telah merawat sebanyak 16 pasien Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020, yakni 15 orang sembuh dan satu orang meninggal dunia, pada akhir Maret 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG mengabarkan, pasien terakhir yang dirawat di RSUZA Banda Aceh, inisial AS (20), warga Kabupaten Simeulue dinyatakan sembuh pada 22 Mei 2020, setelah 10 hari ditangani Tim Medis Covid-19.

Sebelum dirujuk ke RSUZA, santriwan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, itu sempat diisolasi di RSUD Pemkab Simeulue.

AS dirujuk ke RSUZA setelah hasil pemeriksaan dengan rapid test menunjukkan reaktif virus, dan hasil pemeriksaan swab cairan tenggorokan dan hidungnya di Balai Litbangkes Aceh juga mendapat konfirmasi positif Covid-19, pada 5 Mei 2020 lalu.

“AS pasien terakhir dirawat di ruang isolasi Pinere RSUZA Banda Aceh. Kita berdoa agar tidak ada pasien baru pasca lebaran ini,” ujar SAG.

Selain itu, satu lagi pasien Covid-19 dari klaster Temboro berinisial AR (13), warga Kabupaten Bener Meriah, sebelumhya juga dinyatakan telah bebas virus corona.

AR dirawat di RSU Manyang Kute sejak 15/5/2020 dan dipastikan sembuh berdasarkan uji spesimen terakhir, dua kali berturut-turut, pada 20 dan 21 Mei 2020. Hasil uji dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) itu ternyata sudah negatif virus corona, pada 22 Mei 2020, malam.

“Alhamdulilah, kurang seminggu dalam penanganan intensif tim medis RSU Muyang Kute, AR bebas virus corona dan sudah bisa berkumpul dengan keluarganya dalam suasana hari raya,” ujar SAG penuh syukur.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AR mulai dirawat di ruang isolasi RSU Muyang Kute, Bener Meriah, setalah hasil uji swab cairan hidung dan cairan tenggorokannya dengan RT-PCR, di Laboratorium Balai Litbangkes Aceh, terkonfirmasi positif Covid-19, pada tanggal 15 Mei 2020.

Awalnya, satriwan usia 13 tahun itu tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona, dan hasil pemeriksaan dengan rapid test pun menunjukkan nonreaktif. Namun, Tim Medis RSU Munyang Kute melakukan pemeriksaan spesimen AR dengan RT-PCR, karena ia punya riwayat kontak erat dengan penderita Covid-19 lainnya, yang juga sama-sama pulang dari Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur.

Sejauh ini, tambah SAG, jumlah penderita Covid-19 di Aceh, yang berasal dari klaster Temboro, Jawa Timur, sebanyak 8 orang, yakni 4 orang dari Aceh Tamiang, 2 orang dari Bener Meriah, sisanya dari Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Simuelue masing-masing satu orang.

“Alhamdulillah, semua sembuh berkat kerja keras Tim Medis Covid-19 di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota, ikhtiar keluarganya, dan doa dari seluruh masyarakat Aceh,” ujar SAG mensyukuri.(*)

Jalan Amblas di Perbatasan Nagan Raya-Aceh Barat Diperbaiki Darurat, Pengendara Waswas

Cuaca Membaik, KMP Teluk Sinabang Berlayar Ke Meulaboh Angkut Puluhan Penumpang

Jamaah Shalat Id di MRB Patuhi Protokol Kesehatan, Kadis Syariat Islam Aceh Sampaikan Terima Kasih

Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved