Breaking News:

AirAsia Indonesia Rumahkan 873 Karyawan, Ini Penjelasannya

Hal ini menyusul keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/5/2020) terkait dampak Covid-19 terhadap AirAsia

KOMPAS.com/ WAHYU ADITYO PRODJO)
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT AirAsia Indonesia Tbk menyebut 873 karyawan yang saat ini dirumahkan sedang menjalani reorientasi dengan pelatihan online dari rumah untuk sementara waktu.

Hal ini menyusul keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/5/2020) terkait dampak Covid-19 terhadap AirAsia.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, dituliskan 873 karyawan dirumahkan.

“Sebagian karyawan operasional, dapat ditugaskan sewaktu-waktu untuk melayani penerbangan charter dan kargo untuk membantu upaya misi kemanusiaan dan penanggulangan Covid-19 di tanah air,” kata Corporate Secretary PT AirAsia Indonesia, Indah Permatasari Saugi melalui siaran media.

Smelter AirAsia Indonesia mengatakan, reorientasi kepada 873 karyawan tersebut bertujuan untuk membantu unit layanan pelanggan (customer happiness) dalam menjalankan operasional penerbangan.

Selain itu, AirAsia Indonesia menyampaikan kebijakan ini juga diambil guna menunggu pengoperasian kembali layanan penerbangan berjadwal yang telah dihentikan sementara sejak 1 April 2020.

Sebagai informasi, saat ini AirAsia Indonesia mempekerjakan sebanyak 1.645 tenaga kerja.

Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan pula 328 karyawan AirAsia merupakan karyawan yang terdampak Covid-19 dan menerima pemotongan gaji.

Selanjutnya, jumlah karyawan yang mengalami PHK dari Januari hingga saat ini berjumlah 9 orang.

Namun, Indah menjelaskan sebanyak 328 karyawan yang dimaksud mendapatkan pengurangan waktu kerja antara 10 persen sampai dengan 50 persen per bulan sesuai dengan tingkat kesenioritasannya di manajemen.

“Status kepegawaian semua tenaga kerja masih tetap seperti semula, kecuali 9 orang di luar dari yang disebutkan sebelumnya, yang masa kerjanya berakhir bersamaan dengan pandemi,” kata dia.

Manajemen AirAsia Indonesia mengatakan, seluruh Allstars (karyawan) telah sepakat melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan kelancaran pengoperasian kembali penerbangan setelah 2 bulan berhibernasi.

 Inisiatif ini dilakukan atas kesepakatan bersama untuk mendukung agility perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian situasi termasuk potensi perpanjangan pembatasan sosial di beberapa wilayah.

“Kami berharap langkah ini adalah yang terbaik untuk kita bersama terutama untuk memastikan kami dapat terus berkontribusi terhadap masyarakat dengan menyediakan layanan penerbangan yang terjangkau kedepannya,” kata dia.

Keluarga Azian Ajis Histeris Saat Jasad Diangkat dari Danau Lut Tawar

New Normal di Aceh, DPRA Minta Pemerintah Aceh Siapkan Panduan Protokol Kesehatan, Ini Kata Sulaiman

Zlatan Ibrahimovic Cedera saat Latihan Bareng AC Milan, Pilih Pulang ke Swedia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rumahkan 873 Karyawan, Ini Penjelasan AirAsia Indonesia", 

Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved