Breaking News:

New Normal di Abdya

Gugus Tugas Covid-19 Abdya Bahas Rencana New Normal, Kepatuhan Warga Memakai Masker Hanya 20 Persen

Hingga 28 Mei 2020, traveller di Abdya berjumlah 1.458 orang, yaitu warga yang pulang dari perantauan di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya, menggelar rakor di Sekretariat Gugus Tugas di Aula Masjid Kompleks Perkantoran Pemkab setempat, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengelar rapat koordinasi (rakor) di Sekretariat di Aula Masjid Kompleks Perkantoran Pemkab setempat, Jumat (29/5/2020).

Rapat dipandu Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Thamrin selaku sekretaris gugus tugas, dihadiri Wakil Bupati (Wabup), Muslizar MT selaku Ketua gugus tugas dan unsur lainnya.

Sekretaris Gugus Tugas, Thamrin melaporkan selama pandemi Corona, gugus telah membagikan tidak kurang 51.500 masker kepada masyarakat. Pembagian ada melalui  sembilan camat dan banyak juga dibagikan kepada penguna para pengguna jalan.

Selain itu juga telah dibagi alat cuci tangan wastafel di masjid-masjid dan tempat umum, hand sanitizer.

Terkait 51.500 masker yang sudah dibagikan, Wakil Ketua Gugus Tugas, Letkol Czi M Ridha Has meminta agar bisa dijelaskan penyalurannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Sekda, Thamrin juga melaporkan berdasarkan update data terakhir hingga sekarang ini belum ditemukan kasus positif Covid-19. Kalau pun ada satu orang berasal dari Kecamatan Manggeng, dikatakan sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab tanggal 29 April lalu.

Hingga  28 Mei 2020, traveller berjumlah 1.458 orang, yaitu warga pulang dari perantauan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk pulang merantaui dari luar negeri, terutama dariu Malaysia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.338 orang selesai menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan sisanya 120 orang masih menjalani isolasi di kediaman masing. Warga yang masuk ODP (orang dalam pemantauan) kosong karena 7 orang ODP sebelumnya selesai pemantauan dan tidak ada penambahan. PDP (pasien daalm perawatan) juiga kosong.

Warga perantau yang pulang kampung tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh di Pos Pemantauan Lembah Sabil, lokasi perbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan. Bahkan perantau pulang dari Malaysia dilakukan pemeriksaan rapid test (tes cepat) oleh petugas kesehatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved