Selasa, 14 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Aktivitas Terhenti Karena Lockdown, Jutaan Warga Brasil Teriak Kelaparan

"Dalam 26 tahun, saya belum pernah melihat begitu banyak orang hidup dalam ketakutan, begitu banyak orang kelaparan," kata Alcione Albanesi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Foto: DW.com
Tempat pemakaman di Brasil dan tiga petugas dengan pakaian pelindung. 

SERAMBINEWS.COM - Bagian timur laut Brasil, yang memiliki tanah gersang menjadi pusat penyebaran  pandemi virus corona di negara itu.

Ketika virus corona melonjak di Brasil, wilayah termiskin di negara itu telah dilanda ketepurukan.

Melansir dari France24, Sabtu (30/5/2020), sembilan negara bagian timur laut negara itu memiliki jumlah kasus dan kematian tertinggi kedua di Brasil, setelah wilayah tenggara negara itu mencatatkan kasus tertinggi.

Bagi 7,7 juta orang di timur laut Brasil, hidup dengan kurang dari 2 dollar (Rp. 29.000) sehari.

Bertahan hidup adalah hal yang sulit di saat-saat ini.

Kebijakan pemerintah yang mengambil langkah lockdown, telah mengganggu aktivitas pendapatan yang mereka andalkan.

Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Italia dan Spanyol, Naik 14.919 dalam 24 Jam

Wanita Korban Corona di Ekuador Tiba-tiba Bangun setelah Dinyatakan Meninggal Terinfeksi Covid-19

Hingga kini, kebutuhan mereka tidak dapat terpenuhi dengan baik.

Mereka menganggap bahwa mereka sedang didorong ke tepi jurang.

"Dalam 26 tahun, saya belum pernah melihat begitu banyak orang hidup dalam ketakutan, begitu banyak orang kelaparan," kata Alcione Albanesi, pendiri badan amal Amigos do Bem.

"Semuanya aktivitas berhenti. Tapi kelaparan tidak berhenti,"sambungnya.

Organisasinya mendistribusikan persediaan makanan, air, dan alat kebersihan kepada masyarakat di wilayah Sertao yang panas dan kering, atau "pedalaman" Brasil.

Di wilayah itu, banyak keluarga yang mencari nafkah dengan bertani di tanah yang retak.

Yuk Biasakan Hidup Sehat! Lakukan Kebiasaan Ini Agar Pandemi Virus Corona Segera Berakhir

Ritual Aneh Membasmi Virus Corona, Pemuka Agama Penggal Kepala Seorang Pria di Sebuah Kuil

Para pekerja menguburkan para korban virus Corona yang dievakuasi oleh polisi dan militer di tempat pemakaman Maria Canals di luar Kota Guayaquil, Ekuador pada Minggu (12/4/2020).
Para pekerja menguburkan para korban virus Corona yang dievakuasi oleh polisi dan militer di tempat pemakaman Maria Canals di luar Kota Guayaquil, Ekuador pada Minggu (12/4/2020). (AFP/JOSE SANCHEZ)

Langkah-langkah pencegahan seperti mencuci tangan adalah sebuah keharusan.

Namun, banyak orang di wilayah itu hampir tidak memiliki air untuk melakukan itu.

Mereka yang sakit harus menempuh perjalanan panjang ke kota terdekat dengan gerobak sapi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved