Breaking News:

Update Corona di Bireuen

Pemkab Bireuen Surati Pimpinan Dayah Terapkan Protokol Covid-19 Bagi Santri

"Untuk proses pemeriksaan kesehatan bagi santri kembali ke dayah nantinya, kita tempatkan petugas Puskesmas di dayah/pesantren,"

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Persiapan kembali berlangsung proses belajar dan mengajar di dayah/pesantren mulai dilakukan.

Pemkab Bireuen, mengeluarkan surat bupati Nomor 451.11/498, perihal pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 ditempat pendidikan agama tersebut.

"Untuk proses pemeriksaan kesehatan bagi santri kembali ke dayah nantinya, kita tempatkan petugas Puskesmas di dayah/pesantren," ujar Plt Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr Irwan A Gani, Sabtu (30/05/2020) pagi.

Objek Wisata Ditutup, Muara Anak Laut Jadi Buruan Warga Aceh Singkil

Dijelaskan, surat bupati ditujukan ke pimpinan dayah/pesantren, menindaklanjuti surat Gubernur Aceh tentang kerjasama puskesmas dan dayah terhadap protokoler kesehatan di dayah.

Surat kepada pimpinan YPI Babussalam Al- Azziyah Jeunieb 27 Mei 2020, perihal pemberitahuan dan petunjuk kerjasama.

Dalam surat dijelaskan, proses belajar mengajar di dayah/pesantren dapat dimulai kembali seperti biasa dengan terlebih dahulu melakukan penyesuaian jadwal bagi dayah yang menggunakan kurikulum Kemenag dan Kemendikbud agar menyesuaikan jadwal dikeluarkan kedua kementerian.

Sedangkan dayah salafiyah jadwal proses belajar mengajar sesuai kebijakan pimpinan dayah.

Heboh! Gerombolan Monyet Curi Sampel Darah Pasien Covid-19 dari Laboratorium Pengujian

Sebelum memulai proses belajar mengajar pimpinan dayah/pesantren agar melakukan koordinasi dengan gugus tugas Covid-19 kecamatan atau puskesmas terdekat.

Ini terkait prosedur, mekanisme dan standar operasional pelaksanaan kesehatan Covid-19 harus diberlakukan
dilingkungan pendidikan dayah/pesantren.

Santri, tenaga pendidik dan kependidikan, tamu serta pihak lain saat pertama masuk lingkungan dayah/pesantren, agar diukur suhu badan.

Dalam hal suhu badan 38⁰c, yang bersangkutan tidak diperkenankan kembali/masuk kelingkungan dayah/pesantren, direkomendasikan memeriksa kesehatan difasilitasi kesehatan pemerintah.

Lhokseumawe Nol ODP dan Nol PDP, Meski Dua Warga Positif Covid-19 Berdasarkan Hasil Rapid Test

Kemudian, santri dayah/pesantren yang datang/berasal dari daerah epedemi tinggi Covid-19 harus dilakukan karantina rumah/tempat khusus yang ditunjuk 14 hari sebelum memasuki dayah/pesantren.

Diakhir masa isolasi/karantina santri tanpa gejala yang mencurigakan dapat kembali ke dayah/pesantren.

"Bagi mereka memiliki gejala mencurigakan, harus segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan pemerintah (puskesmas terdekat)," kata Plt Bupati Bireuen Muzakkar A Gani. (kbr)

Pelayanan SIM di Aceh Barat Berlangsung Normal, Tetap Ikuti Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved