Donald Trump Ssebut Kelompok Antifa Teroris, Siapakah Kelompok Antifa?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memasukkan kelompok Antifa (anti- fasis) ke dalam daftar kelompok teroris.

AFP/CHANDAN KHANNA
Pengunjukrasa berdiri di depan gedung yang terbakar dalam aksi demonstrasi di Minneapolis, Minnesota, Jumat (29/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memasukkan kelompok Antifa (anti- fasis) ke dalam daftar kelompok teroris.

Pernyataan itu keluar setelah demonstrasi besar meletus di AS memprotes kematian George Floyd terjadi di 30 kota.

"Amerika Serikat akan memasukkan Antifa sebagai organisasi teroris," ujar presiden berusia 73 tahun itu dalam kicauannya di Twitter.

Siapakah kelompok Antifa?

Antifa merupakan payung dari pergerakan sayap kiri ekstrem tanpa ada kepemimpinan pasti.

Kelompok itu menentang ideologi sayap kanan ekstrem, di mana mereka melawan neo-Nazi atau kelompok supremasi kulit putih dalam setiap aksinya.

Dilansir dari The New York Times, Senin (1/6/2020), istilah " antifa" pertama kali digunakan pada 1946.

Kata itu diambil dari frasa Jerman yang menandakan sikap oposisi terhadap Nazisme.

Salah satu kelompok pertama di AS yang menggunakan nama itu adalah Rose City Antifa yang didirikan pada 2007 di Portland, Oregon.

Kelompok itu memiliki banyak pengikut di media sosial dan sering kali membagikan artikel berita berisi identitas serta informasi pribadi tokoh-tokoh kanan.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved