Selasa, 2 Juni 2026

Darurat Covid 19

Muslim Syamsuddin Persoalkan Instruksi Gubernur Perpanjang Masa Siswa Belajar di Rumah

Anggota DPRA Muslim Syamsuddin tidak sepakat dengan instruksi Plt Gubernur Aceh yang memperpanjang masa belajar siswa di rumah hingga 20 Juni 2020.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Anggota Komisi V DPR Aceh Muslim Syamsuddin 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Anggota DPR Aceh Muslim Syamsuddin ST MAP tidak sepakat dengan instruksi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang memperpanjang masa belajar siswa di rumah hingga 20 Juni mendatang.  

Karena sudah dapat dilakukan proses belajar mengajar seperti biasa, tapi dengan tetap mengukuti protokol kesehatan. Sebab status pandemi yang sudah mulai menurun. Persoalan lainnya proses belajar secara online tidak efektif.

Untuk diketahui, Dalam instruksi bernomor 08/INSTR/2020, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memperpanjang masa siswa belajar di rumah hingga 20 Juni mendatang. Instruksi itu ditujukan ke Bupati/Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Dayah Aceh serta Kakanwil Kemenag Aceh.

“Menanggapi hal tersebut, saya dengan tegas menolak dan tidak sependapat dengan instruksi tersebut yang dianggap cuma akan menurunkan mutu pendidikan Formal maupun pendidikan Dayah di Aceh,” ujar Muslim dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Selasa (2/6/2020).

Penolakan yang dilontarkan Muslim bukan tanpa alasan. Proses belajar yang selama ini dilaksanakan di rumah melalui daring kata Muslim, dianggap tidak efektif. Namun, karena kemarin status pandemi Covid-19 masih tahap inkubasi, maka hal tersebut dapat dimaklumi.

"Tapi, dalam status pandemi yang sudah mulai menurun, proses belajar mengajar ini sudah semestinya dilaksanakan secara normal seperti biasanya, dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pihak medis dan mendapat pengawasan dari Pemerintah," ujar Muslim.

Karena selama ini, proses belajar yang diterapkan di rumah tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan keinginan pemerintah. Malah, banyak anak-anak kita dapati di warnet bukan di rumah.

"Belum lagi kebanyakan dari mereka memanfaatkan sarana internet untuk bermain game, bukan untuk belajar. Ini sungguh sangat kita sayangkan," ungkapnya. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dan mutu pendidikan formal dan dayah di Aceh.

Belum lagi, dengan perpanjangan masa belajar di rumah ini akan menurunkan semangat anak-anak untuk kembali belajar seperti sedia kala karena sudah terbiasa di rumah.

"Saya berharap, pemerintah mencabut kembali instruksi untuk memperpanjang masa belajar siswa di rumah, baik siswa sekolah maupun santri di Dayah. Ini semua demi anak-anak supaya bisa belajar dan mengaji secara maksimal," pungkas Muslim.(*)

Sineas Aceh Terlibat Produksi Film Rekam Pandemi

Bandara Lasikin Sepi, Hanya Dilayani Satu Kali Penerbangan dalam Sepekan

Kurang Tiga Hari,Personel Narkoba Polresta Banda Aceh Sita 50 Gram Sabu dari 10 Pengedar dan Pemakai

Illiza Saaduddin Djamal Minta Menpora Terbitkan Protokol Baku Seluruh Cabang Olahraga

Kepergok Istri VC Wanita Lain & Dipanggil Sayang, Suami Malah Hajar dan Tendang Perut Istrinya

Pangdam IM Terima Audiensi Bupati Gayo Lues, Ini yang Dibicarakan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved