Sabtu, 11 April 2026

Kepsek di Subulussalam Dukung Belajar Tatap Muka Pembelajaran dari Rumah Kurang Maksimal

Ke­bijakan Pemko Subulus­salam melalui Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat yang akan menerapkan Kegiatan Belajar

Editor: bakri
IST
Kepsek di Subulussalam Dukung Belajar Tatap Muka Pembelajaran dari Rumah Kurang Maksimal 

SUBULUSSALAM - Ke­bijakan Pemko Subulus­salam melalui Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat yang akan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, mulai Jumat (5/6/2020) ini, mendapat dukungan dari sejumlah kepala sekolah (kepsek) maupun masyarakat.”Kare­na untuk beberapa sekolah yang berada di pelosok seperti daerah aliran sungai (DAS), pembelajaran dari rumah kurang maksimal,” kata Saimi Sinaga, Kepala Sekolah Sepang kepada Serambi, Selasa (2/6/2020).

Menurut Saimi, pas­caterbitnya instruksi Kadis­dikbud Subulussalam terkait akan dimulainya KBM tatap muka, pihaknya langsung menggelar rapat dengan wali murid dan komite seko­lah. Hasil rapat tersebut, be­ber Saimi, para wali murid dan komite sekolah sepakat para siswa kembali belajar tatap muka dengan guru. “Sebab selama ini anak-anak justru berkeliaran kare­na tidak sekolah,” ujarnya.

Diterangkan dia, untuk beberapa daerah khusus­nya wilayah pelosok sep­erti daerah aliran sungai di Subulussalam, proses pem­belajaran dari rumah tidak dapat diandalkan. “Ini karena fasilitas media pendukung sangat minim. Jangankan belajar daring melalui goo­gle chrome, untuk aplikasi WhatsApp (WA) saja bisa dihitung orang yang memi­likinya di desa, terutama di pelosok,” papar dia.

Menurut Saimi, memang bisa saja mereka membuat aplikasi WA model kelompok dengan melibatkan kepala desa, kepala dusun, dan perangkat desa lainnya. Na­mun dalam hal ini juga dinilai tidak sesuai protokol kese­hatan lantaran anak-anak dipastikan bakal berkerumun. Karenanya, ulasnya, mereka lebih mendukung belajar tatap muka dengan catatan tetap menaati protokol kesehatan.

Lebih jauh Saimi me­maparkan, sejumlah alur belajar tatap muka yang mereka terapkan di tengah pandemi Covid-19. Proses belajar tatap muka ini, se­butnya, melibatkan siswa atau murid dalam jumlah sedikit dan berjadwal. Ini agar bisa diatur jarak antara para murid sesuai protokol kesehatan yakni physical distancing (jaga jarak).

Sebelum masuk kelas, urai dia, baik guru maupun murid diwajibkan berjemur selama 15-20 menit. Selan­jutnya, guru dan murid dise­diakan masker dan mencu­ci tangan sebelum masuk kelas. Para wali murid atau orang tua yang mengantar jemput anaknya juga diwa­jibkan mengenakan masker. “Jadi ada aturan yang kita jalankan sesuai protokol kesehatan. Bukan seperti belajar tatap muka sebelum pandemi Covid-19. Banyak sekolah mendukung KBM tatap muka karena selama ini anak-anak banyak ti­dak belajar dan berkeliaran tanpa terkontrol,” pungkas Saimi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved