Berita Nagan Raya

Tim Pemkab Nagan Raya Tutup Paksa Dua Galian C, karena tak Miliki Izin  

“Ternyata dua titik tidak ada izin. Lokasi yang tidak memiliki izin harus ditutup,” tegasnya.

For Serambinews.com
Tim gabungan Pemkab Nagan Raya meninjau lokasi galian C, Kamis (4/6/2020). 

 “Ternyata dua titik tidak ada izin. Lokasi yang tidak memiliki izin harus ditutup,” tegasnya.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Tim gabungan dari Pemkab Nagan Raya, Kamis (4/6/2020) turun ke empat titik lokasi galian C atau tempat pengambilan tanah gunung. 

Lokasi gajian tanah tersebut selama beberapa waktu terakhir diangkut ke proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4, di Suak Puntung, kecamatan setempat. 

Tim gabungan dari Pemkab terdiri atas Kantor Perizinan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP. 

Tim  turun terkait aksi  protes warga, terkait pengangkutan tanah ke PLTU 3-4 yang materialnya tumpah karena tidak ditutupi terpal dan melebihi muatan.

Empat lokasi yang didatangi tim Pemkab yakni, dua titik di Kecamatan Tadu Raya meliputi Simpang Dua dan Simpang Jeumbreng.

Berikutnya di Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, serta Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue.

Viral Kekeyi Queen of Pentol, Lagu Trending Youtube Namun Takut Masuk Penjara, Ini Alasannya

Dua titik yang tidak mengantongi izin yakni, Simpang Jembreng dan Kuta Makmue.

Ketika didatangi tim, pengelola galian C telah melarikan diri.

Tim terdiri atas Kadis Perinzinan, Ujang, Kadis Perhubungan, Wahidin, Kabid Amdal DLH, Jufrizal dan Kabid Satpol PP, Faisal.

Kadis Perhubungan Nagan Raya, Wahidin kepada Serambinews.com mengatakan, tim turun  memastikan adanya pengangkutan tanah yang melintasi jalan serta mengecek lokasi penggalian C.

“Ternyata dua titik tidak ada izin. Lokasi yang tidak memiliki izin harus ditutup,” tegasnya.

Dikatakannya, sebuah  titik lokasi gajian C harus mengantongi izin usaha pertambangan operasi produksi. 

 “Terhadap temuan dua lokasi tidak memiliki izin, segera kita tindak lanjuti sesuai aturan berlaku. Kita akan terus pantau,” katanya. (*)

Nek Munayah Hilang Saat Mandi di Sungai Rantau, Aceh Tamiang, Tinggalkan Sandal dan Sarung di Tepi

Penulis: Rizwan
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved