Luar Negeri
Arab Saudi Berkabung, Dokter Meninggal Akibat Tertular virus Corona
Kerajaan Arab Saudi berkabung atas meninggalnya seorang dokter yang menangani pasien virus Corona.
SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Kerajaan Arab Saudi berkabung atas meninggalnya seorang dokter yang menangani pasien virus Corona.
Dokter itu, seorang ahli bedah Pakistan menjadi dokter pertama meninggal yang kehilangan nyawanya di Arab Saudi akibat penyakit virus corona baru, COVID-19.
Naeem Chaudhry meninggal pada Rabu (3/6/2020) di Mekkah, di mana ia bekerja di Departemen Bedah Umum di Rumah Sakit Umum Hira
Wael Hamzah Mutair, Direktur Jenderal Urusan Kesehatan Mekkah, Jumat (5/6/2020) mengatakan seluruh petugas kesehatan sedih dengan kematian itu.
Dia mengatakan kota telah kehilangan salah seorang ahli bedah umum yang paling terampil dan terkemuka.
Dia menyampAikan duKa kepada kelurga Chaudhry sebagai salah satu pekerja garis depan yang telah memainkan peran penting dalam perang melawan COVID-19 di Kerajaan,
Dilansir ArabNews, Jumat (5/6/2020), dia dipastikan tertular virus selama bekerja, bukan dari siapa pun di luar rumah sakit .
Satu-satunya masalah kesehatan yang ada adalah tekanan darah tinggi, kata Mutair.
Departemen Kesehatan Mekkah telah melihat banyak contoh pengabdian, ketekunan dan pengorbanan di antara petugas kesehatan, katanya,
Bahkan ketika anggota keluarga telah dites positif untuk virus, mereka tetap teguh dalam tugas dan terus melakukan yang terbaik untuk melindungi negara dan orang-orangnya.
Chaudhry meninggalkan seorang istri dan tiga orang putri, yang tinggal di Mekkah.
• Arab Saudi Sumbang Aliansi Vaksin Virus Corona Rp 2,1 Triliun
• Kasus Kematian Virus Corona Arab Saudi Naik, Pulih Turun
• Dokter Arab Saudi Dikarantina, Usai Sembuh Tinggalkan Pesan Menakjubkan
Selain itu, proyek Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal adalah cerminan dari pentingnya otoritas Saudi untuk menyediakan layanan kesehatan tingkat tinggi kepada warga.
Hal itu dikatakan oleh Pangeran Faisal bin Salman, Gubernur Madinah, ArabSaudi saat meninjau rumah sakit itu, Kamis (4/6/2020).
Komentarnya datang selama tahap pertama proyek, yang 90 persen telah selesai dikerjakan.
Gubernur ditemani oleh wakilnya, Pangeran Saud bin Khalid Al-Faisal, CEO rumah sakit Majid Ibrahim Al-Fayyadh, dan direktur umum eksekutifnya, Dr. Nizar Khalifa.
Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian Raja Faisal, yang menempati lokasi 200.000 meter persegi di Madinah, berkapasitas 300 tempat tidur.
Fase pertama meliputi persiapan infrastruktur dan persyaratan organisasi untuk memenuhi kebutuhan operasional layanan medis khusus yang akan disediakan.
Gubernur dan wakilnya ditunjukkan model kamar pasien dan klinik rawat jalan.
Al-Fayyadh mengatakan rumah sakit akan siap menerima pasien mulai 1 Juli 2020.
Kemudian bergerak menuju kapasitas penuh setelah selesainya tahap pertama bangunan utama dan kedatangan dokter, perawat, teknisi, dan administrator.
Dia menambahkan bahwa proyek ini terus membuat kemajuan, meskipun ada tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi virus Corona baru.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dokter-arab-saudi-asal-pakistan.jpg)