Luar Negeri
Colin Powell, Mantan Kepala Staf Gabungan AS Tegur Donald Trump
Dia masuk di antara mantan jenderal yang menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump keluar dari konstitusi atau Undang-undang.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Colin Powell, seorang mantan perwira militer dan diplomat top Amerika di bawah presiden Partai Republik mengeluarkan pernyataan yang sangat berani.
Dia masuk di antara mantan jenderal yang menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump keluar dari konstitusi AS atau Undang-undang.
Powell mengatakan akan memilih calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan Noveber 2020.
Dalam tuduhan pedah terhadap Trump yang disampaikan ke wartawan CNN, Powell, Minggu (7/6/2020) mengatakan:
"Presiden AS Donald Trump telah menjadikan demokrasi berbahaya."
"Trump juga terus menyebar kebohongan dan hinaan ke negara lain, sehingga telah melemahkan Amerika di mata dunia."
"Kami memiliki konstitusi. Kami harus mengikuti konstitusi itu. Dan presiden menjauh darinya," kata Powell.
• Donald Trump Sempat Minta 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington, Tapi Ditolak
• VIDEO - Donald Trump Ancam Kerahkan Militer, Jika Negara Bagian Gagal Tertibkan Perusuh
• AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara
Seorang mantan Kepala Staf Gabungan, yang memimpin koalisi menyerbu Irak pada 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein.
Dia merupakan yang terbaru dari sejumlah pensiunan perwira tinggi militer yang secara terbuka mengkritik Trump.
Khususnya tentang tanggapan Trump terhadap protes massa anti-rasisme yang telah melanda Amerika Serikat sejak polisi membunuh George Floyd, seorang pria kulit hita yang tidak bersenjata di Minneapolis.
Titik kritis tampaknya telah dicapai di antara para pensiunan jenderal yang biasanya diam.
Terutama, ketika Trump mengancam akan menggunakan militer yang aktif untuk memadamkan protes di kota-kota AS.
Rencana itu langsung memicu perlawanan dari para pemimpin Pentagon, markas utama militer AS.
"Kami berada di titik balik," kata Powell, saat mengecam para senator Republik tidak mendukung Trump.
"Dia berbohong tentang banyak hal."
"Dia lolos begitu saja karena orang-orang tidak akan meminta pertanggungjawabannya," katanya.
Powell, yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri di bawah George Bush, juga menegur Trump karena menyinggung hampir semua orang di Dunia.
"Kami turun ke NATO. Kami mengurangi lebih banyak pasukan di Jerman. Kami telah menghapus kontribusi ke Organisasi Kesehatan Dunia. Kami tidak senang dengan PBB," kata Powell menirukan ucapan Trump.
"Dan ke mana pun Anda pergi, Anda akan menemukan semacam penghinaan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat" tambahnya.
Powell, seorang moderat yang menjauhkan diri dari partai Republik dalam beberapa tahun terakhir, tidak memilih Trump pada 2016.
Dia mengatakan akan memberikan suara untuk Biden pada November 2020.
"Saya sangat dekat dengan Joe Biden dalam masalah sosial dan politik."
"Saya bekerja dengannya selama 35 dan 40 tahun."
"Dia sekarang adalah kandidat, dan saya akan memilihnya," ujarnya.
"Setiap warga negara Amerika harus duduk, memikirkan, dan membuat keputusan sendiri," tambahnya.
"Gunakan akal sehatmu, katakan apakah ini baik untuk negaraku sebelum kamu mengatakan ini baik untukku," tutup Powell.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mantan-kepala-staf-gabungan-as-colin-powell.jpg)