Selasa, 7 April 2026

Luar Negeri

AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara

Kerusuhan yang terjadi di negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tampaknya makin memanas. Demontrasi anti-rasisme yang dilancarkan seusai tewasnya

Editor: M Nur Pakar
AFP/ROBERTO SCHMIDT
Polisi yang didukung tentara bersenjata lengkap menangkap seorang pengunjuk rasa yang berdemo dekat Gedung Putih, Washington, AS, Senin (1/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Kerusuhan yang terjadi di negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tampaknya makin memanas.

Demontrasi anti-rasisme yang dilancarkan seusai tewasnya George Floyd di lutut seorang polisi Minneapolis terus meluas ke seluruh negara bagian.

Puluhan korban terus berjatuhan, terutama demonstran di tangan polisi,

Demo yang awalnya damai telah berubah menjadi aksi kerusuhan berdarah.

Pemerintah AS menyebut para demonstran sebagai teroris domestik yang terus menyebarkan kerusuhan di seluruh negeri.

Jaksa Agung telah memerintahkan orang-orang yang berbuat kerusuhan ditangkap.

Presiden AS Donald Trump, Selasa (2/6/2020) dinihari telah memerintahkan penumpasan ala militer terhadap para demontran.

Dia mengatakan telah mengirim ribuan tentara ke jalan-jalan ibu kota.

Dia juga mengancam akan mengerahkan tentara ke negara bagian yang tidak mampu mengendalikan situasi,

Peningkatan dramatis terjadi seminggu setelah kematian George Floyd di Minneapolis.

Seorang pria kulit hitam tak bersenjata terbunuh ketika seorang perwira polisi kulit putih berlutut di lehernya.

Aksi brutal polisi itu telah menyebabkan kerusuhan sipil terburuk dalam beberapa dasawarsa di New York, Los Angeles dan puluhan kota lainnya.

Setelah dikritik karena diam atas krisis yang memburuk, Trump membela diri dalam pidato nasional dari taman Gedung Putih, Senin (1/6/2020) malam.

Saat itu polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa di luar pagar Gedung Putih

"Saya telah mengirim ribuan dan ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum," kata Trump.

Dia menegaskan pengerahan besar-besaran tentara untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan bangunan.

Deonstrasn membakar bak sampah dekat barikade polisi selama demonstrasi menentang kematian George Floyd dekat Gedung Putih pada 31 Mei 2020
Deonstrasn membakar bak sampah dekat barikade polisi selama demonstrasi menentang kematian George Floyd dekat Gedung Putih pada 31 Mei 2020 (AFP / ROBERTO SCHMIDT)

Donald Trump Caki Maki Gubernur, Bertindak Terlalu Lemah Terhadap Demonstran

Donald Trump Marah Besar, Kematian George Floyd Mengerikan, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

Teroris Domestik Kepung AS, Donald Trump Bersembunyi di Bawah Tanah Gedung Putih

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved