Ribuan Hektare Padi Terancam Kekeringan Akibat Irigasi Jebol
irigasi sekunder yang berada di Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, jebol dihantam air bah, sehingga tidak bisa menyuplai air ke persawahan
SIGLI - Sekitar 1.043 hektare padi yang tersebar di empat kecamatan di Pidie terancam mengalami kekeringan. Pasalnya, irigasi sekunder yang berada di Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, jebol dihantam air bah, sehingga tidak bisa menyuplai air ke persawahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Ir Sofyan kepada Serambi, Minggu (7/6/2020), menyebutkan keempat kecamatan yang terdampak meliputi Mutiara, Kembang Tanjong, Simpang Tiga, dan Sakti. "Tanaman padi ini masih berumur 5 hingga 30 hari, jadi sangat membutuhkan air pada masa tanam gadu. Kami khawatir padi di empat kecamatan tersebut akan mengalami puso jika irigasi di Tangkueng tidak segera ditangani," ucapnya.
Sofyan menambahkan, empat kecamatan yang terdampak dan luas areal tanamnya masing-masing Mutiara 500 hektare, Kembang Tanjong 525 hektare, Sakti 18 hektare, dan Simpang Tiga sekitar puluhan hektare.
Selain irigasi hancur, minimnya curah hujan pada masa tanam gadu ini membuat situasi semakin sulit. Menurut Sofyan, jebolnya irigasi Tangkueng pada malam Hari Raya Idul Fitri 1441 H lalu karena infrastruktur itu telah berusia tua.
"Kami telah melaporkan hal ini ke Dinas PUPR Pidie supaya ditindaklanjuti ke Balai yang menanganinya. Sebab, perbaikan irigasi yang mengairi 1.000 hektare lahan itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Ir Samsul Bahri MSi yang dihubungi Serambi, Minggu (7/6/2020) menjelaskan, irigasi sekunder di Gampong Tangkueng akan ditangani dengan melibatkan tiga pihak yaitu Dinas PUPR Pidie, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) I Aceh. "Petugas dari PUPR Pidie, SDA Aceh, dan BWS Aceh telah turun melihat langsung kerusakan irigasi sekunder di Gampong Tangkueng," sebutnya.
Selain itu, ketiga pihak juga telah menggelar rapat di Kantor Dinas PUPR Pidie pada Rabu (3/6/2020). Hasilnya, irigasi tersebut akan diperbaiki secara permanen mulai Senin (8/6/2020). "Dinas PUPR Pidie telah mengerahkan satu beko ke lokasi tersebut," ujar Samsul.
Dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa Dinas PUPR Pidie akan menyediakan alat berat, Dinas SDA Aceh menyediakan material batu, dan BWS Aceh menyediakan bronjong. "Irigasi rusak itu akan ditangani secara permanen dengan memasang bronjong," pungkasnya. (naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-komisi-iii-dpra-bersama-sekda-pidie-h-idhami-meninjau-irigasi.jpg)