Nelayan dan Penyelam Dikerahkan Cari Remaja Hilang di Pulau Rukui
Arya Pratama (17) pengunjung pantai di Pulau Rukui, Aceh Tamiang yang hilang terseret arus hingga hari kedua atau Senin (8/6) operasi
KUALASIMPANG - Arya Pratama (17) pengunjung pantai di Pulau Rukui, Aceh Tamiang yang hilang terseret arus hingga hari kedua atau Senin (8/6) operasi pencarian belum juga ditemukan. Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul mengatakan pencarian sudah diperluas hingga radius dua kilometer dari lokasi korban terseret arus pada Minggu (7/6).
Sejauh ini regu penolong yang terdiri atas Basarnas, BPBD Aceh Tamiang, TNI/Polri dan dibantu masyarakat setempat belum menemukan tanda-tanda keberadaan remaja itu.
"Jalur yang diduga dilintasi korban telah kami sisir, tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban," kata Khairul, Senin (8/6/) siang.
Untuk memaksimalkan operasi pencarian ini, Khairul menjelaskan pihaknya telah mengerahkan dua penyelam. Namun dua tenaga bantuan ini belum bisa melaksanakan misi karena ombak pantai masih tinggi. "Sudah ada tim penyelam, tapi karena ombak tinggi, mereka belum bisa diturunkan, masih menunggu ombak turun," ungkapnya.
Satu kapal nelayan milik masyarakat yang tinggal di sekitar Pulau Rukui juga ikut membantu pencarian Arya Pratama (17). Keterlibatan nelayan ini dipastikan atas inisiatif sendiri karena merasa prihatin dengan nasib korban yang masih berstatus pelajar itu.
“Saat ini kami mengaktifkan dua perahu karet untuk mencari korban, tapi ada bantuan satu kapal nelayan yang sejak pagi ikut terlibat dalam operasi,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul, Senin (8/6). Khairul mengatakan pihaknya tidak bisa melarang insiatif warga untuk membantu pencarian.
Namun dia mengingatkan agar masyarakat tetap menaati arahan petugas dan mengutamakan keselamatan. “Jangan memaksakan diri bila itu justru mengancam keselamatan,” pesannya.
Operasi hari kedua ini melibatkan tim yang lebih besar dan radius diperluas hingga dua kilometer. Tapi menjelang sore, pencarian belum menemukan hasil “Untuk kendala berarti tidak ada, kecuali ombak yang masih tinggi,” ungkapnya.
Arya Pratama (17) warga Kotalintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dilaporkan hilang terseret arus di pantai Rukui, Kecamatan Bandamulia, Aceh Tamiang, Minggu (7/6/2020). Insiden ini terjadi ketika korban bersama tiga rekannya mencoba menyeberangi pantai untuk menuju sebuah pulau kecil di pantai itu.
"Arus ketika itu terbilang tinggi sehingga korban langsung terseret ombak sebelum mencapai pulau itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Syahri melalui Kabid Pencegah, Kesiapsiagaan dan Kebakaran, Muhammad Husni. Husni menjelaskan ketika itu seorang rekan korban sempat mencoba menolong dengan berenang. Namun upaya korban tidak membuahkan hasil akibat kencangnya arus menyeret tubuh korban. "Temannya itu juga hampir hanyut karena kelelahan, sempat dirawat di Puskesmas," lanjut Husni.(mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pencarian-korban-tenggelam-di-pulau-rukui-aceh-tamiang-berlanjut.jpg)