Minggu, 19 April 2026

Aminullah Jadi Pembicara Nasional Soal KTR dan Pencegahan Covid-19

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Us­man menjadi salah satu pembicara webinar nasional bertajuk Akuntabilitas Pe­merintah Pusat

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMKO
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat menjadi pembicara webinar nasional dengan topik Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan penanganan Covid-19, melalui aplikasi zoom meeting dari pendopo, Rabu 10 Juni 2020. 

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Us­man menjadi salah satu pembicara webinar nasional bertajuk Akuntabilitas Pe­merintah Pusat dan Daerah dalam Menangani Covid-19, Penyakit tidak Menular, Ma­salah Rokok, dan TBC.

Dari pendopo, melalui aplikasi zoom meeting, Wali Kota Aminullah menyam­paikan presentasinya “Mewu­judkan Lingkungan Bebas Asap Rokok dan Mencegah Covid-19 di Kota Banda Aceh”, Rabu (10/6/2020).

Menurut Aminullah, proses pewujudan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Banda Aceh dimulai dengan lahirn­ya Perwal Nomor 47 tahun 2011 tentang KTR. “Kemu­dian ditingkatkan lagi ke Qanun Banda Aceh Nomor 5 tahun 2016 tentang KTR. Perda ini menjadi titik dimu­lainya penerapan KTR secara menyeluruh di Banda Aceh.”

Seiring sejalan, upa­ya sosialisasi dan edukasi, pemenuhan prasarana dan sarana, hingga pelaksanaan tindak pidana ringan KTR terus dilakukan. “Kita juga berkomitmen dengan Forkop­imda yang dituangkan dalam sebuah MoU untuk sama-sa­ma terlibat dalam menga­wal Banda Aceh bebas dari rokok, terutama di lokasi-lo­kasi yang sudah ditetapkan dalam KTR,” katanya.

Upaya Pemko Banda Aceh pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. “Kare­na dinilai berhasil menerap­kan KTR dan kita dinobatkan sebagai Kota Layak Anak ser­ta sejumlah penghargaan lain di antaranya Pastika Parahita dan Kota Sehat Swasti Saba Padapa,” ujarnya.

Terkait pencegahan dan penanganan Covid-19, pen­capaian Banda Aceh patut di­acungi jempol. “Dulu ada tiga yang positif, namun sekarang tiga-tiganya sudah sembuh semua. PDP yang pernah ter­catat 16 orang sudah sehat semua. ODP pun sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Sebagai upaya pencega­han, Pemko Banda Aceh su­dah melakukan 3.000 rapid test. “Lalu bekerja sama den­gan Unsyiah, kita juga sedang menjalankan tes swab atau PCR gratis bagi 1.300 warga kota. Hal lainnya, semua ak­ses perbatasan kita kawal den­gan ketat, dan kita patut ber­syukur hingga kini belum ada transmisi lokal.”

“Walau kemarin sempat digolongkan ke dalam zona merah, tapi langsung kita aju­kan permohonan peninjauan ulang, dan sekarang jadi zona kuning. Dalam seminggu ini siap kita ubah jadi hijau kem­bali untuk menuju penerapan new normal,” katanya.

Salah satu kunci suk­ses penanganan Covid-19 di Banda Aceh, kata Aminullah, adalah membentuk jaringan pengaman tingkat desa yang disebut “pageu gampong”. “Kita hidupkan adat istiadat di desa-desa untuk menjaga ODP dengan ketat agar tidak berpo­tensi menularkan virus jika ia memang terjangkit.”

Di samping itu, protokol kesehatan mulai mencu­ci tangan pakai sabun, me­makai masker, menjaga jarak, penyemprotan disinfektan, hingga pembelian secara on­line atau take away juga terus digalakkan. “Alhamdulillah kini sudah menjadi budaya di Ban­da Aceh dan tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi juga berperan penting.”

Dalam sosialisasi ke­pada masyarakat, pihaknya juga senantiasa melibatkan seluruh stakeholders, ter­masuk ulama dan unsur kepemudaan. “Selain usaha, doa tolak bala rutin digelar di masjid-masjid. Nanti pas sudah masuk sekolah, anak-anak juga akan kita biasakan membaca doa tolak bala se­belum belajar,” katanya.

Hal yang menggembira­kan lagi, kini perekonomian Banda Aceh sudah bangk­it kembali. “Berbagai ban­tuan untuk meringankan beban warga terus disalur­kan, baik yang bersumber dari APBK, APBA, maupun APBN. Hal tersebut sangat berarti bagi warga yang sela­ma masa Covid-19 aktivitas sehari-harinya turut ter­dampak,” ucapnya.

Menghadirkan Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi sebagai keynote speaker, we­binar tersebut juga diisi oleh sejumlah pembicara lainnya, di antaranya anggota Komi­si IX DPR Anggia Erma Rini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wali Kota Depok M Idris, Bupati Kulon Pro­go Sutedjo, Bupati Jember Faida, Bupati Sragen Kusdi­nar Untung Yuni Sukowati, dan Bupati Pati Haryanto. (Hba/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved