Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Pria Ini Cium Tangan Orang yang Positif Covid-19, Katanya Bisa Menyembuhkan, Tapi Ternyata

Seorang pria India mengaku sebagai orang suci mengklaim bisa melakukan 'Covid exorcisms' dengan mencium tangan orang-orang mati karena covid-19.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
DAILYMAIL.CO.UK via AP
Warga India membersihkan tangan dengan hand sanitizer dan pakai masker 

SERAMBINEWS.COM – Seorang pria India yang mengaku sebagai orang suci mengklaim bisa melakukan 'Covid exorcisms' dengan mencium tangan orang-orang yang terinfeksi virus corona.

Eksorsisme adalah sebuah praktik untuk mengusir setan atau makhluk halus jahat lainnya dari seseorang atau suatu tempat yang dipercaya sedang kerasukan setan.

Praktik ini sudah cukup tua dan menjadi bagian dari sistem kepercayaan di beberapa negara.

Melansir dari Daily Mail, Jumat (12/6/2020), pria tantra dari wilayah Ratlam di Madhya Pradesh, akan mencium tangan para penyembahnya.

Ia mengatakan kepada mereka bahwa aksinya itu bisa menghilangkan kehidupan mereka dari masalah.

Dia juga mengklaim dapat menyembuhkan pasien dengan cara ‘ciuman-nya’ yang akan bekerja pada pasien virus corona.

Pulang dari Malaysia, Satu Warga Abdya ODP, 134 Orang Baru Pulang dari Luar Daerah Masih Diisolasi

Namun, ternyata aksi pria ini malah mengundang masalah bagi para pengikutnya.

Sebab virus corona dapat menyebar melalui percikan dari mulut atau saluran hidung.

Para pejabat Departemen Kesehatan India mengatakan pria itu sudah terinfeksi virus corona dalam dirinya sendiri.

Diketahui, pria tersebut tertular dari pasiennya yang terinfeksi pada 3 Juni lalu dan sekarat sehari kemudian.

Tim kesehatan setempat mulai melacak orang-orang yang telah melakukan kontak dengan pria itu.

Mereka telah mendapati dan mengambil 40 sampel swab untuk mengidentifikasi kasus lebih lanjut.

Hasil swab menunjukkan , dua puluh penyeka itu memberikan hasil positif, termasuk dari tujuh anggota keluarga pria itu.

Gelombang Kedua Virus Corona Dapat Dicegah, Jika Semua Mematuhi Hal Ini

Bertingkah Layaknya Manusia, Aksi Simpanse Beri Makan Ikan di Kolam Menyedot Perhatian

Dicekokin Darah Kura-kura

Kisah tragis dialami oleh seorang bayi perempuan yang berusia lima bulan.

Bayi malang itu meninggal setelah ia diberi minum darah kura-kura oleh dukun.

Keluarga bayi tersebut mengira darah kura-kura adalah obat untuk mencegah dan melindungi seseorang dari virus corona.

Melansir dari The Star, Jumat (29/5/2020), kejadian itu menimpa satu keluarga yang berada negara Republik Dominika.

Kakak kandung korban yang berusia tujuh tahun dan orang tuanya dilarikan ke rumah sakit setelah meneguk darah hewan kura-kura itu.

Keluarga itu mendapat rekomendasi dari dukun Haiti, yang katanya meminum darha kura-kura dapat menangkal virus corona.

Dokter Amerika Serikat Sebut Virus Corona Mimpi Buruk di Planet Ini Selain Ebola dan HIV

Bayi malang itu sudah meninggal saat ia tiba di Rumah Sakit Rosa Duarte di Kotamadya Comendador, Elias Pina, Republik Dominika.

Keluarganya yang juga dilarikan ke rumah sakit diyakini dalam kondisi serius, tetapi  dokter mengatakan mereka dalam keadaan stabil.

Direktur Rumah Sakit Dahiana Volquez, mengatakan bahwa orang-orang ini memiliki kepercayaan penyembuhan di luar dunia medis.

"Kasus-kasus semacam ini disebabkan oleh orang-orang yang berpikir, dengan meminum ini (darah kura-kura) dapat menjamin penyembuhan, tetapi akhirnya berujung dengan kisah tragis dan mematikan," ungkapnya.

Bayi perempuan yang berusia lima bulan itu telah dinyatakan meninggal pada hari Minggu (24/5/2020).

Namun, otoritas setempat baru mengumumkan kematian bayi malang itu pada Selasa (26/5/2020).

Daftar 100 Negara di Dunia Teraman dari Virus Corona, Indonesia Urutan Berapa?

Laporan media lokal mengatakan bahwa keluarga bayi itu tercatat sebagai kewarganegaraan Haiti.

Meskipun tidak jelas apakah keluarga itu tinggal di bekas situs kolonial Perancis yang dilanda kemiskinan atau tinggal di Republik Dominika.

Pada Agustus 2012, empat anak dari sebuah keluarga ditemukan tewas di Haiti setelah dirawat oleh seorang dukun yang mengaku mampu menyembuhkan mereka dari penyakit misterius.

Seorang pejabat bernama Wilfrid Brisson dari Kota Marbial Selatan, mengatakan bahwa dukun dan saudaranya memukuli anak-anak itu berulang kali.

Dukun itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa anak-anak tersebut telah dirasuki setan.

Cara satu-satunya mengusir setan itu adalah dengan memukuli mereka berulang-ulang kali.

Virus Corona Dapat Ancam Rumah Sakit Hanya Dalam Waktu 10 Jam

Tidak tahan akibat pukulan yang dilayangkan oleh dukun tersebut, membuat keempat anak itu menghembuskan napas terakhirnya. 

Menurut data statistik, Haiti telah melaporkan kasus kematian akibat covid-19 mencapai 33 kasus, dan 1.174 kasus positif.

Sementara itu, tetangga Haiti, Republik Dominika melaporkan ada hampir 15.800 kasus konfirmasi positif covid-19 dan 474 kematian. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved