Bantuan Sosial

Anak Telantar dan Korban KDRT Dapat Bantuan dari Baitul Mal Aceh

Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban ekonomi dan kebutuhan para korban.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
FOTO Baitul Mal Aceh
Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA (peci putih) didampingi Kepala Sekretariat, Rahmad Raden (kiri) menyerahkan bantuan santunan Ramadan secara simbolis kepada masyarakat di Gampong Bira Cot, Montasik, Aceh Besar, Jumat (1/5/2020). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 21 orang anak telantar dan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) mendapatkan bantuan dari Baitul Mal Aceh.

Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban ekonomi dan kebutuhan para korban.

Pelaksana Tugas Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA, dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Senin (15/6/2020) mengatakan bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai yang dikirimkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.

Setiap korban diberikan dengan jumlah bervariasi mulai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, sesuai tingkat kekerasan yang dialami.

"Bantuan yang kita berikan ini memang tidak terlalu besar, setidaknya sudah membantu meringankan beban mereka dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Armiadi.

Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan program rutin Baitul Mal Aceh setiap tahun. Program ini dibuat berdasarkan masukan dan pertimbangan bersama bahwa di Aceh masih ada korban kekerasan yang dialami oleh anak-anak di bawah usia dan KDRT.

"Kita berharap semoga kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Aceh dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk meminimalisir kasus-kasus tersebut," katanya.

Lima Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara yang Positif Covid-19 Kembali Dites Swab

Warga Ujong Tanoh, Meureubo, Lancarkan Aksi Demo Protes Pembagian Dana BLT, Kantor Keuhik Disegel

Viral, Pelajar ini Bermalam di Gunung untuk Mendapatkan Jaringan Internet agar Bisa Ujian

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan dalam melakukan pendataan mustahik untuk program ini pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Baitul Mal Aceh dalam hal ini berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh dan juga laporan dari masyarakat.

Setelah data dikumpulkan dari pihak-pihak yang menangani kasus terkait, Baitu Mal Aceh memverifikasi data-data tersebut guna memastikan terhadap kebenaran mustahik yang sedang mengalami kesulitan.

"Verifikasi ini kita lakukan guna memastikan program ini diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan program ini tepat sasaran kepada penerima bantuan, " ungkap Rahmad.

Rahmad meyakini, dengan semakin banyaknya masyarakat yang membayar zakat ke Baitul Mal Aceh, maka akan semakin besar juga jumlah penerima manfaat yang dapat dibantu melalui dana yang dikelola lembaga ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved