Rabu, 3 Juni 2026

Luar Negeri

Anggota Parlemen Tunisia Tuduh Partai Muslim Demokrat Teroris

Seorang anggota parlemen Tunisia, Abir Moussi, Senin (15/6/2020) menuduh Partai Politik Muslim Demokrat sebagai teroris.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Ketua Partai Konstitusional Merdeka, Abir Moussi (tengah) menghadiri sidang parlemen di ibukota Tunisia, Tunis pada Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Seorang anggota parlemen Tunisia, Abir Moussi, Senin (15/6/2020) menuduh Partai Politik Muslim Demokrat sebagai teroris.

Moussi mendefinisikan sendiri dengan sebutan Ennahda, atas partai politik itu.

Moussi, Ketua Partai Konstitusional Merdeka, meminta Kementerian Kehakiman melakukan penyelidikan.

Dia meminta secara transparan atas kegiatan Ennahda.

Moussi mendesak rakyat Tunisia untuk berani menghadapi gerakan tersebut.

"Ennahda telah berbohong kepada warga Tunisia sejak 2011," katanya.

"Kami ingin mengungkap fakta bahwa Ennahda terkait dengan terorisme," katanya saat konferensi pers langsung di Tunis.

Dilansir ArabNews, Senin (15/6/2020), Moussi mengklaim Tunisia hidup dalam keadaan berkabut karena kebijakan pemerintah.

Dia menuduh Kementerian Kehakiman korupsi dan di bawah kendali anggota Ennahda.

Warga Tunisia menggelar demonstrasi mengutuk kematian George Floyd secara brutal oleh polisi AS di Ibu Kota Tunis pada 6 Juni 2020.
Warga Tunisia menggelar demonstrasi mengutuk kematian George Floyd secara brutal oleh polisi AS di Ibu Kota Tunis pada 6 Juni 2020. (AFP/FETHI BELAID)

Penyanyi Perancis Keturunan Tunisia, Jahit Sendiri dan Bagikan Masker Sendiri

Penari Terkenal Mesir, Fifi Abdo Dituduh Mencurangi Acara Frank

Produser Video Musik Mesir Meninggal di Penjara, Ini Dugaannya

Dia mengklaim otoritas penjara memfasilitasi kunjungan anggota partai Ennahda ke tahanan yang ditahan.

Didirikan pada 1981, Ennahda terinspirasi oleh Ikhwanul Muslimin Mesir, dan setelah revolusi Tunisia 2011, Partai Gerakan Ennahda dibentuk.

Diyakini sebagai aktivitas Ikhwanul Muslimin di Tunisia terkait dengan partai politik Ennahda.

Pekan lalu, partai politik Moussi meminta parlemen untuk menunjuk persaudaraan Muslim sebagai organisasi teroris.

"Partai politik dan politisi yang ingin secara terbuka memisahkan diri dari organisasi Ikhwanul Muslimin harus membuktikan." ujarnya

"Dan Ennahda harus memilih mendukung rancangan mosi ini," katanya.

Moussi juga menambahkan menjadi bagian dari Ikhwanul Muslimin dan menerima dana dari organisasi adalah ancaman terhadap kedaulatan nasional.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved