Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Simak, Webinar BNPB Aceh-Sumut Bicara Tari, Bersama Tiga Pembicara dari Tiga Benua

Ketiga pembicara mencoba menjawab bagaimana tari tradisi yang kesulitan berkembang di Aceh, justru berkembang sangat baik di luar Aceh

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Webinar BNPB ke-5, dengan tema “Tari dan Ruang Imajinasi Diaspora.” 

 Ketiga pembicara mencoba menjawab bagaimana tari tradisi yang kesulitan berkembang di Aceh, justru berkembang sangat baik di luar Aceh 

Laporan Fikar W.Eda  |  Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh (Wilayah Kerja Provinsi Aceh dan Sumatera Utara) bekerjasama dengan Komunitas Tikar Pandan menyelenggarakan webinar BNPB ke-5, dengan tema “Tari dan Ruang Imajinasi Diaspora.”

Diikuti 84 partisipan, webinar itu dilaksanakan secara virtual, menghadirkan tiga pembicara mewakili tiga benua, yakni Imam Juaini di Banda Aceh, seorang seniman dan akademisi UIN Ar-Raniry yang aktif membina pencinta seni di Komunitas Saleum.

Kemudian, Murtala, seniman yang saat ini aktif mengajarkan tarian Aceh di Australia.

Lalu, Rachmi Dyah Larasati, seniman dan profesor kajian seni dan gender di University of Minnesota.

Dipandu Azhari Aiyub, sastrawan Aceh.

Ketiga pembicara mencoba menjawab bagaimana tari tradisi yang kesulitan berkembang di Aceh, justru berkembang sangat baik di luar Aceh bahkan mancanegara.

Bahaya Telur Infertil Jika Dikonsumsi, Ini Cara Bedakan dengan Telur Biasa

Ketua KNPI Aceh Ajak Pemuda Patuhi Protokol Kesehatan

Aktor Bollywood Sushant Singh Rajput Tewas, Pemeran Serial Archana Mencari Cinta Ini Bunuh Diri

Imam lebih fokus pada seni yang harus terus berakar dan mentradisi di tanah airnya.

Sementara Murtala berbagi pengalamannya bahwa tarian Aceh masih sangat potensial untuk dikembangkan, buktinya tari duduk Aceh di Australia ternyata juga dipelajari oleh kelompok-kelompok paduan suara dan dibuatkan notasinya.

Membuka wawasan global, Rachmi menyampaikan bahwa untuk mengembangkan seni itu, diaspora harus dipahami dengan konsep negosiasi di mana seni harus dapat bergerak dinamis dengan membuka diri terhadap perubahan yang terjadi lintas batas.

Diskusi ini memberi informasi yang jelas bahwa benar tari-tarian Aceh terutama jenis tari duduk sudah dipelajari di luar negeri, bahkan menjadi pelajaran ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.

Seni tari yang berakar dari tradisi juga tetap harus bisa terbuka untuk menjadi seni pertunjukan bahkan seni tari di Aceh juga sebagai diplomasi politik di luar negeri atau diplomasi budaya.

BPNB Aceh menyelenggarakan webinar sebagai upaya menjalin hubungan antar pelaku/pegiat budaya di masa Pandemi Covid-19 ini dengan mengangkat tema-tema berbeda setiap minggunya, menyentuh bidang-bidang yang berbeda pula.

Pertama: Diskusi Film, kedua: Nostalgia Geulanggang Labu, ketiga: Apakah Kalian Masih Bernyanyi?, keempat: Siapa Menggambar Siapa?

Kepala BPNB Aceh, Irini Dewi Wanti, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa webinar merupakan salah satu media diskusi antar komunitas, juga sebagai upaya untuk memotivasi pelaku/pegiat budaya untuk terus berkarya dan tetap menghidupkan kreativitas di masa sulit seperti sekarang ini.

Selanjutnya, webinar keenam giliran komunitas literasi yang harus merapat karena akan dibahas hal-hal seputar komunitas baca.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved