Selasa, 28 April 2026

16 Juni 1948 dalam Sejarah

"Bak Tempat Nyoe Geupeudong Hotel Atjeh, Teumpat Singgahan Presiden Soekarno "

Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Penyair, Fikar W Eda di tiang pancang pada lahan bekas Hotel Atjeh Banda Aceh beberapa waktu lalu 

 Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia.

Laporan Fikar W.Eda | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menandai peristiwa bersejarah yang terjadi di Hotel Atjeh Banda Aceh pada 16 Juni 1948.

Dibangun sebuah prasasti pada selembar logam yang dipasang di bekas lahan Hotel Atjeh ada bagian depan, bersisian dengan jalan raya di Masjid Raya Baiturrahman.

Prasasti itu menyiratkan dengan jelas, bagaimana Presiden Pertama RI Soekarno hadir dan menitikkan airmata di tempat itu.

Lukisan dalam prasasti itu dibuat dalam Bahasa Aceh, Indonesia dan Inggris.

Tulisan itu lengkapnya berbunyi:

"Bak tempat nyoe geupeudong Hotel Atjeh, teumpat singgahan Presiden Soekarno watee geusaweu Aceh lam buleuen Juni 1948. Di Hotel Aceh nyoe Presiden Soekarno sira geumoe geulakee bantuan rakyat Aceh beujeut geubri kapai teureubang guna keupeuntengan diplomasi Neugara Indonesia. Ban dua boh kapai teureubang nyan teuma geuboh nan Seulawah 01 ngon Seulawah 02".

Kilas Balik Tangis Soekarno, Hotel Atjeh Dibangun Abdullah Hotel Atjeh

‘Di Tiang Pancang, Mereka Membaca Tangis Soekarno’

Hari Ini 72 Tahun Lalu, Ketika Soekarno Menolak Jamuan Makan Malam Saudagar di Hotel Atjeh

(Di lokasi ini pernah berdiri Hotel Aceh tempat Presiden Soekarno singgah dalam undangannya ke Aceh pada Juni 1948.

Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia.

Kedua pesawat sumbangan rakyat Aceh kemudian diberi nama Seulawah 01 dan Seulawah 02).

Presiden Soekarno ketika itu datang ke Aceh bersama rombongan.

Melangsungkan pertemuan dengan para pemimpin Aceh, saudagar, unsur pemerintaha, pemuda dan sebagainya di Hotel Atjeh.

Kedatangan Presiden tercatat pada 16 Juni 1948.

Presiden Soekarno bahkan sempat menangis di hadapan pemimpin kharismatis Aceh Tgk Mugammad Daud Beureueh.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved