Rabu, 13 Mei 2026

Luar Negeri

Kasus Corona di Arab Saudi Terus Melonjak, Sejumlah Negara Minta Kepastian Ibadah Haji 2020

Arab Saudi terancam membatalkan ibadah haji tahun ini, terkait kasus virus corona yang terus melonjak di negara tersebut.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/ABDEL GHANI BASHIR
Gabungan dua foto yang memperlihatkan perbedaan besar jumlah jamaah yang melaksanakan tawaf sekeliling Ka'bah, Masjid Haram Arab Saudi. Foto atas direkam pada 7 Maret 2020 dan foto bawah pada 13 Agustus 2019 atau musim haji 2019. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi terancam membatalkan ibadah haji tahun ini, terkait kasus virus corona yang terus melonjak di negara tersebut.

Sementara itu negara-negara Muslim terus mendesak Riyadh segera memastikan apakah ibadah haji tahun ini akan tetap digelar pada akhir Juli atau dibatalkan.

Tahun lalu sekitar 2,5 juta umat Islam mengunjungi Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

Para pengamat yang dihubungi oleh kantor berita AFP memperkirakan, tahun ini agenda haji akan batal.

Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kepada AFP, "Keputusan akan segera dibuat dan diumumkan."

Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim besar, telah menyatakan pembatalan keberangkatan jemaah haji 2020.

Malaysia, Senegal, dan Singapura juga menempuh langkah serupa.

Namun banyak negara dengan populasi Muslim besar lainnya seperti Mesir, Maroko, Turki, Lebanon, dan Bulgaria mengatakan, mereka masih menunggu keputusan Riyadh.

Kemudian di negara-negara seperti Perancis, para pemuka agama telah mendesak umat Islam untuk menunda rencana ibadah haji mereka sampai tahun depan.

Akan tetapi keputusan untuk membatasi jumlah jemaah atau membatalkan ibadah haji juga berisiko memicu reaksi anggota garis keras Islam yang memprioritaskan agama di atas masalah kesehatan.

Seorang pejabat anonim di Asia Selatan yang dikutip AFP mengatakan, Arab Saudi mengulur waktu.

"Di menit terakhir jika Saudi berkata 'kami siap menggelar ibadah haji', (secara logistik) banyak negara tidak dalam kondisi siap" untuk berpartisipasi, katanya.

Pejabat itu melanjutkan, di tengah penangguhan penerbangan internasional yang masih berlangsung, ada wacana ibadah haji hanya diadakan untuk penduduk lokal.

Jika ibadah haji 2020 dibatalkan, ini adalah kali pertama agenda rutin itu ditiadakan sejak kerajaan Arab Saudi berdiri pada 1932.

Saat wabah ebola dan MERS melanda, "Negeri Petrodollar" itu masih sanggup mengadakan ibadah haji.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved