Sabtu, 2 Mei 2026

Plafon Bilik Santri Ambruk, Baru Dua Bulan Serah Terima

Pimpinan Daya Budi Mesja Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Tgk Hafiz mengeluhkan kondisi bangunan yang direhab menggunakan anggaran

Tayang:
Editor: bakri
Serambi Indonesia
Kondisi plafon bilik santri di Dayah Budi Mesra Lamno yang sudah ambruk meski baru dua bulan rampung dikerjakan. Foto direkam Senin (15/6/2020). 

CALANG - Pimpinan Daya Budi Mesja Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Tgk Hafiz mengeluhkan kondisi bangunan yang direhab menggunakan anggaran tahun 2019, yang sudah rusak parah pada bagian plafon. Padahal, menurut Tgk Hafiz, bangunan berupa bilik santri tersebut baru selesai dikerjakan dua bulan lalu, namun kini sudah ambruk lagi.

"Bangunan itu dikerjakan sebelum puasa tahun 2020 ini. Anggarannya mencapai Rp 900 juta, tapi sekarang sudah rusak," jelas Tgk Hafiz, Pimpinan Dayah Budi Mesra Lamno kepada Serambi, Senin (15/6/2020).

Ia menambahkan, jika bangunan itu sendiri hingga saat ini belum dihuni oleh santri tapi sudah rusak parah, d imana plafon dari materiaal PVC copot, bahkan ada yang sudah ambruk dan jatuh ke lantai. "Yang rusak itu bilik di lantai dua, itu belum dihuni santri. Plafon yang rusak pada satu ruangan, copot semua plafon itu di satu bilik," ungkapnya.

Amatan Serambi, Senin kemarin, kerusakan plafon gedung tersebut terjadi pada bagian teras bangunan lantai dua dan dalam ruangan lantai dua. Berdasarkan keterangan Pimpinan Dayah Budi Mesra Lamno, dari jumlah 12 ruangan bilik santri yang direhab, satu ruangan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian plafon.

"Dari 12 bilik, satu bilik sudah copot plafon, yang lain belum, cuma kalau bagus-bagus sekali juga enggak. Sudah diserahterimakan ke kita, cuma belum sampai dua bulan dan belum dihuni sudah rusak," paparnya.

Untuk itu, dirinya berharap, pihak berwenang terutama Dinas Dayah agar dapat turun melihat kondisi bilik santri yang baru saja direhab namun sudah rusak pada bagian plafon. "Ya, kita harap untuk diperbaiki, karena ini dayah dan juga belum ditempati sama santri, jadi itu harapan kita," tutupnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Dayah Aceh Jaya, Iskandar yang dikonfirmasi Serambi, Senin (15/6/2020), menjelaskan, bahwa proyek bangunan asrama atau bilik santri di Dayah Budi Mesra Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya masih dalam tahap pemeliharaan. Menurutnya, gedung yang dibangun menggunakan dana otonomi khusus (otsus) tahun 2019 dengan pagu Rp 900 juta itu, masih masuk dalam masa pemeliharaan yang merupakan tanggung jawab rekanan hingga akhir Juni 2020. "Ini masih dalam masa pemeliharaan, masa pemeliharaan hingga akhir bulan enam (Juni) ini," jelasnya.

Ia menambahkan, jika pembangunan yang dilakukan Dinas Dayah pada Dayah Budi Mesra tersebut hanya pada lantai tiga. Sedangkan untuk lantai dua, beber dia, hanya dilakukan pembangunan plafon saja. “Bangunannya memang sudah dibangun lebih dahulu melalui sistem swakelola,” urainya.

Terkait kerusakan plafon pada bilik santri, Iskandar menegaskan, pihaknya akan meminta pihak rekanan segera memperbaikinya. "Nanti kita perintahkan rekanan untuk segera diperbaiki. Kemarin saat serah terima memang sudah kita sampaikan untuk diinformasikan ke kita jika ada hal yang harus diperbaiki pada bangunan tersebut karena masih dalam masa pemeliharaan," tandasnya.

Hal senaga disampaikan Kadis Dayah Aceh Jaya, Zulkifli. Ia mengklaim, jika bangunan itu hanya rusak sedikit, di mana plafon saja yang jatuh. "Yang terjadi memang ada jatuh plafon, mungkin karena angin juga, tapi masih dalam tahap pemeliharaan. Insya Allah, akan kita minta rekanan untuk perbaiki kembali," tulisnya dalam pesan WhatsApp yang diterima Serambi, Senin (15/6/2020).(c52)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved