Banjir Mulai Surut di Pulotiga
Banjir menggenangi puluhan rumah di Kampung Pulotiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang Simpang Jernih, Aceh Timur
* Puluhan Rumah Sempat Terendam Air di Simpang Jernih
KUALASIMPANG - Banjir menggenangi puluhan rumah di Kampung Pulotiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang Simpang Jernih, Aceh Timur. Hujan deras yang turun sepanjang Senin (15/6) malam telah menyebabkan sungai di dua tersebut meluap ke pemukiman penduduk.
Permukiman di sebagian wilayah hulu Aceh Tamiang kembali terendam banjir menyusul meluapnya Sungai Tamiang seusai hujan deras yang turun sejak Selasa (16/6) dinihari. Genangan air sampai areal permukiman sekira pukul 01.30 WIB dan menurut warga, debit air terus tinggi menjelang pagi.
Salah satu daerah yang terdampak Kampung Pulotiga, Kecamatan Tamiang Hulu. Di daerah ini ketinggian air rata-rata mencapai betis pria dewasa. Namun di beberapa jalan yang kondisinya sedikit cekung, genangan air lebih dalam sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. “Kita tidak mau ambil risiko, sepeda motor bisa mogok terendam air,” kata Afis, warga setempat.
Ketinggian air ini juga dirasakan warga Sekumur, Kecamatan Sekerak, bahkan getek yang biasanya melayani penyeberangan tidak bisa beroperasi akibat derasnya arus sungai. Meski begitu sejauh ini belum ada warga yang dilaporkan mengungsi.
“Air sudah mulai surut, tapi untuk lebih pastinya kami sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri. Kapolsek Tamiang Hulu Ipda Surya Dharma menjelaskan banjir kali ini tidak terlalu parah karena ketinggian air umumnya hanya mencapai halaman rumah. Surya juga mengatakan di wilayahnya air mulai surut.
“Memang setiap hujan deras, air naik sampai ke halaman rumah warga, tetapi begitu hujan berhenti, air langsung surut,” ucapnya. Ditambahkan, selain Pulotiga, Kampung Rongoh merupakan kawasan yang paling sering terdampak banjir. Debit air di wilayah ini diakuinya terbilang lama surut karena jalan pembuangan air ke sungai tidak ada.
Surya memastikan pihaknya masih terus memantau situasi di lokasi sebagai antisipasi naiknya kembali air dengan debit lebih tinggi. “Kami terus memonitor setiap perkembangan agar dampak terburuk bisa dihindari,” ungkapnya.
Sementara itu, sebanyak 31 rumah warga di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, terendam banjir luapan sungai Simpang Jernih, seusai diguyur hujan deras. "Senin malam hujan deras, akibatnya sungai Simpang Jernih meluap ke pemukiman penduduk setinggi 80 cm dan Sedikitnya, 31 rumah terendam di kawasan rendah," jelas H Rahmadsyah, Camat Simpang Jernih.
H Rahmadsyah, mengatakan, akibat banjir ini belum ada warga yang mengungs, karena dampak banjir belum begitu parah, bahkan sudah mulai surut. Banjir luapan sungai ini, jelas Rahmad, sudah dilaporkan kepada Bupati, dan Wakil Bupati Aceh Timur, serta BPBD setempat. Berdasarkan, arahan Bupati dan Wakil Bupati, bantuan tanggap darurat yang sudah tersedia di kantor Camat Simpang Jernih, berupa sembako akan disalurkan.
Selain itu, Bupati, dan Wakil Bupati Aceh Timur, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap banjir, dan bencana lainnya di daerah itu. "Rencananya, bantuan sembako seperti beras, dan sembako lainnya akan kita salurkan kepada masyarakat," ungkap H Rahmadsyah.(mad/c49)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-575757.jpg)