Selasa, 21 April 2026

Ervan Ceh Kul dari Gayo Bicara Proses Kreatif Bareng Seniman Bogor dan Batak Toba

Penyanyi asal Gayo Aceh Tengah, Ervan Ceh Kul akan menceritakan proses kreatifnya dalam acara “Ngobrek” atau Ngobrol Proses Kreatif Musik...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Penyanyi asal Gayo Aceh Tengah, Ervan Ceh Kul akan menceritakan proses kreatifnya dalam acara “Ngobrek” atau Ngobrol Proses Kreatif Musik. Percakapan proses kreatif itu dilakukan secara Live di Grup Facebook (FB) Meditasi Corona Virus, Jumat (19/6/2020) pukul 20.00-21.00 WIB. 

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi asal Gayo Aceh Tengah, Ervan Ceh Kul akan menceritakan proses kreatifnya dalam acara “Ngobrek” atau Ngobrol Proses Kreatif Musik. Percakapan proses kreatif itu dilakukan secara Live di Grup Facebook (FB) Meditasi Corona Virus, Jumat (19/6/2020) pukul 20.00-21.00 WIB.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kreativitas seniman mengisi masa pandemic, dengan tetap berkarya dari rumah. Ngobrol proses kreatif ini dipandu Agus Susilo, seniman teater dari Medan.

Bersama Ervan Ceh Kul juga hadir Herie S Putra, dari Komunitas Kebun Sastra Bogor, dan Juniro Sitanggang dari Toba, Sumatera Utara.

Ervan Ceh Kul, penyanyi modern yang juga menguasai teknik berdidong dengan baik. Sebelum berseliweran di panggung-panggung musik pop, Ervan terlebih dahulu eksis di pentas tradisi didong dengan grup (klop) Kemara.

Ervan, kini berusia 30 tahun, adalah generasi milenial yang sadar betul dengan kemajuan teknologi informasi. Ia eksis di media sosial instagram dengan 21.100 followers.

Ervan Ceh Kul salah seorang “anak panah” dalam pentas musik etnik di Aceh. Ia melesat dan memberi ruang lebar bagi ekspresi etnik dalam karya-karya yang dirilisnya.

“Etnik adalah jiwa kita. kita tak bisa meninggalkannya begitu saja. Etnik adalah kekayaan kita,” kata Ervan mengenai warna etnik Gayo dalam karya musiknya.

“Kita akan terus mengisi ruang-ruang kreativitas dengan warna etnik,” katanya. Karya-karya Ervan yang mendapat sambutan luas  antara lain  “Seranting Tajuk, Kupi Gayo,” dan “Muniru, Ranto, Berijin” dan lain-lain. Karya-karya musiknya diunggah ke YouTube disaksikan lebih 240 ribu pengunjung.

“Kita berada di era teknologi yang sangat pesat. Kita harus menyesuaikan diri,” katanya suatu ketika. Banyak karya-karya single Ervan “meledak” di media internet yang bisa diakses dari seluruh penjuru dunia.

Herie S Putra, pembina anak jalanan di Bogor akan berbicara tentang musik sebagai media pembinaan anak-anak jalanan. Kerja Herie ini sudah ia lakukan dengan membentuk Komunitas Kebun Sastra Bogor yang anggotanya adalah anak-anak jalanan.

“Herie akan berbagai pengalaman mengenai aktivitas pembinaan yang ia lakukan.

Sedangkan Juniro Sitanggang, bicara mengenai musik lintas batas budaya. Juniro, anak Batak Toba, saat ini kuliah di ISI Solo terlibat dalam banyak kegiatan kolaborasi musik antarbudaya baik dalam maupun luar negeri.

“Baginya fenomena yang terjadi di sekitar, sekecil apapun itu menjadi inspirasi  bermusik,” ujar Juniro Sitanggang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved